October 25, 2021

Rumah Ramah Lingkungan, Konsep Hunian Minimalis yang Nyaman

3 min read

Konsep rumah ramah lingkungan merupakan tren hunian kekinian. (doc. Jatimpedia.co)

Jatimpedia.co – Konsep eco house atau rumah ramah lingkungan sudah mulai marak digiatkan berbagai daerah dan kalangan. Berikut 4 ciri konsep eco house yang harus diterapkan dengan mudah di rumah anda.

Hunian di perkotaan yang memiliki suasana sejuk dengan sirkulasi udara yang baik sudah jarang ditemukan di perkotaan.

Hunian dengan konsep eco-house sudah menjadi perhatian banyak kalangan. Berbagai pengertian tentang kondisi eco-house ini yang disampaikan oleh para ahli. Eco-House atau rumah ramah lingkungan sering diartikan sebagai hunian yang ekonomis, namun beberapa sumber menyebutkan bahwa eco-house juga dikaitkan dengan energy, bersahabat dengan alam dan terutama yang berdampak baik bagi lingkungan.

Eco-house ini susah didapati di daerah perkotaan. Karena polusi udara yang semakin meningkat juda dapat mengganggu kesehatan penghuni rumah, sedangkan penggunaan lampu dan AC yang berlebihan di siang hari dapat menyebabkan pemanasan global yang menyebabkan kerusakan lingkungan. Maka, konsep eco-house adalah sebuah kemungkinan baru yang dapat diterapkan di tempat tinggal kita. Konsep hunian ini selain menyehatkan dan membuat nyaman penghuninya juga membawa dampak yang baik bagi lingkungan. Desain rumah yang terbuka dengan memiliki banyak sirkulasi udara, pencahayaan

BACA JUGA:

Risih Kampungnya Dicap Kumuh, Warga Kemasan Sulap Lingkungan Lebih Indah dan Ramah Anak

Berikut ini adalah dampak baik rumah ramah lingkungan:

Mengurangi polusi udara

Kondisi udara yang kotor dapat memicu terjadinya infeksi saluran napas serta gangguan dan penyakit pernapasan lain. Konsep eco-house adalah mengurangi polusi udara Karena eco-house memiliki ruang terbuka untuk dijadikan taman yang hijau yang dapat menyerap polusi udara.

Menjaga lingkungan secara umum

Desain rumah ramah lingkungan akan memiliki pencahayaan yang baik yang berasal dari sinar matahari. Selain pencahayaan, juga menjaga sirkulasi udara dengan baik, dalam jangka panjang kedua hal ini dapat menjaga lingkungan dengan baik.

Nilai ekonomis

Dengan memilih sinar matahari sebagai pencahayaan alami dan sirkulasi udara yang baik, maka konsumsi energi listrik untuk lampu dan pendingin ruangan menjadi dikurangi. Secara ekonomis ini akan mengurangi pengeluaran untuk penghuni.

Akan timbul pertanyaan bagi penghuni di daerah perkotaan bagaimana menerapkan konsep rumah ramah lingkungan ini di rumah yang sudah dihuni atau sudah dibangun bertahun lalu. Mungkinkah konsep rumah ramah lingkungan tetap dapat diterapkan? Ini tiga panduan mudahnya.

Memiliki area hijau

Memiliki area hijau bagi sebuah hunian di perkotaan adalah sebuah syarat penting untuk rumah ramah lingkungan. Area hijau ini bisa berupa taman landed (atau di lahan halaman), namun bila ini juga sulit didapatkan Karena rumah atau tempat tinggal terlanjur dihabiskan untuk bangunan, maka dapat disiasati misalnya dibuat di atap rumah atau bisa disebut dengan rooftop garden. Bila area hijau ini ingin dibuat di dalam rumah atau di dalam ruangan, maka hal ini dapat disiasati dengan membuat pot-pot tanaman yang ditata dengan baik dan menjadi taman di dalam ruangan. Dapat juga memakai pot dari bahan-bahan daur ulang.

Menjadikan hemat listrik sebagai budaya

Penghematan energi listrik menjadi hal kedua yang penting dalam membuat konsep rumah ramah lingkungan. Seperti dibahas pada point pertama, penggunaan jendela dan ventilasi yang memadai akan membuat penghuni mengurangi penggunaan lampu dan juga pendingin ruangan di malam hari. Ventilasi udara yang cukup akan membuat rumah tetap dingin dan nyaman bagi seluruh penghuni. Hal lain yang dapat diusahakan agar udara di dalam rumah tetap dingin dengan sirkulasi yang baik adalah membuat atap rumah yang tinggi.

Menggunakan perabot yang sesuai

Perabot rumah yang ramah lingkungan maksudnya adalah perabot atau furniture yang terbuat dari bahan yang ramah lingkungan. Bahan ramah lingkungan untuk perabot atau furniture misalnya adalah yang terbuat dari bahan alternatif seperti bahan daur ulang. Biasanya perabot dengan bahan alternatif daur ulang ini harganya di atas rata-rata perabot biasa memang. Namun, untuk mewujudkan hunian yang ramah lingkungan dengan perabot yang sesuai, kita dapat memilih perabot berbahan kayu, rotan atau bambu. Pilihan produk perabot dari produsen lokal yang proses produksinya juga memerhatikan kaidah go green.

Konsep eco-house ini dapat diterapkan sejak desain rumah dibuat. Meskipun begitu, bukan tidak mungkin menerapkan konsep ini jika rumah terlanjur dibangun dan dihuni selama bertahun-tahun. Yaitu dengan cara menambah serta menyiasati kondisi rumah seperti panduan di atas. Menghemat energi dan juga menyediakan sedikit area untuk pojok hijau di bagian rumah. Juga secara bertahap dapat mengganti perabot atau furniture yang berbahan kayu tersebut. (Lim)

Editor: ENNI | Jatimpedia.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *