Strategi Ampuh Mitigasi Bencana Banjir di Jawa Timur: Panduan dari LPBI PBNU
Jakarta (beritajatim.com)– Musim hujan telah tiba di sebagian besar wilayah Indonesia, dengan intensitas curah hujan yang bervariasi dari ringan hingga lebat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim hujan akan terjadi pada November hingga Desember 2024 di wilayah barat Indonesia, dan Januari hingga Februari 2025 di wilayah timur.
Situasi ini meningkatkan risiko terjadinya berbagai bencana seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), H. Maskut Candranegara, memberikan kiat mitigasi bencana yang dapat membantu masyarakat menghadapi musim hujan dengan lebih siap. Menurutnya, langkah mitigasi menjadi kunci dalam meminimalkan dampak bencana.
“Mitigasi adalah upaya pencegahan yang dilakukan sebelum bencana terjadi. Langkah-langkah ini meliputi pemetaan wilayah rawan bencana, penghijauan di area hutan lindung atau lahan gundul, serta penyuluhan dan peningkatan kesadaran masyarakat di daerah rawan bencana,” jelas Maskut melansir portal resmi Nahdlatul Ulama.
Pentingnya Mitigasi untuk Mengurangi Dampak Banjir
Maskut menyoroti bahwa intensitas hujan yang tinggi pada tahun 2024 telah menyebabkan banjir di berbagai daerah. Jika antisipasi dilakukan sejak dini, jumlah korban dan kerugian dapat ditekan. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami dan menerapkan strategi mitigasi bencana banjir.
Berikut adalah tujuh langkah mitigasi yang direkomendasikan oleh Maskut:
Pengawasan Penggunaan Lahan
Mengatur penggunaan lahan dan memastikan fasilitas vital ditempatkan di lokasi yang aman dari risiko banjir.
Desain Bangunan Tahan Air
Merancang bangunan di daerah rawan banjir agar lebih tahan terhadap genangan air.
Pembangunan Infrastruktur Kedap Air
Membangun infrastruktur yang mampu menahan masuknya air ke area sensitif.
Pengaturan Aliran Air di Hulu
Mengelola kecepatan aliran air dengan membangun bendungan, melakukan reboisasi, dan mengembangkan sistem peresapan air.
Perawatan Drainase
Membersihkan sedimen dan memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik.
Pencegahan Penggundulan Hutan
Meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga hutan sebagai pelindung alami dari bencana banjir.
Pelatihan dan Kesiapan Evakuasi
Memberikan pelatihan tentang kewaspadaan banjir, menyediakan tempat evakuasi yang memadai, serta mempersiapkan jalur evakuasi.
Antisipasi Dini, Kunci Keselamatan
Maskut menegaskan bahwa mitigasi adalah investasi untuk keselamatan. Dengan persiapan yang matang, dampak bencana banjir dapat diminimalkan, baik dari segi korban jiwa maupun kerugian material. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, komunitas lokal, dan organisasi seperti LPBI PBNU menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan ini.
“Jika kita dapat melakukan langkah-langkah mitigasi sejak dini, risiko bencana yang ditimbulkan oleh musim hujan dapat diminimalkan secara signifikan,” tutup Maskut.
Musim hujan bukan hanya tantangan, tetapi juga pengingat pentingnya kesiapan dan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan menerapkan strategi mitigasi yang tepat, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua. Jangan tunggu bencana datang, mulailah bertindak sekarang! [aje]
Link informasi : Sumber