Vinanda-Gus Qowim Jawab Keluhan Petani dan Guru PAUD di Kota Kediri

0

Kediri (beritajatim.com) – Masa kampanye Pilkada 2024 terus dimanfaatkan oleh Calon Walikota Kediri nomor urut 1 Vinanda Prameswati dan wakilnya KH Qowimudidin Thoha (Gus Qowim) untuk bertemu dan menyapa masyarakat. Kali ini, mereka bersilaturahmi dengan para petani, guru PAUD dan relawan PKB serta Partai Hanura di Kelurahan Bangsal, Kecamatan Pesantren.

Sebagai pasangan calon pemimpin yang lahir dari rakyat, Vinanda dan Gus Qowim berdialog dan menyerap aspirasi dari para petani. Harapannya, segala persoalan yang ada di masyarakat bisa ketahui dan menjadi pijakan dalam membuat berbagai kebijakan publik kelak.

Ada banyak persoalan di bidang pertanian yang mereka terima dari para petani. Mulai dari regulasi pupuk subsidi yang kurang pro terhadap petani, juga persoalan irigasi. Pada musim kemarau seperti saat ini petani kesulitan dalam mengairi lahan pertanian mereka.

”Selain kendala Pupuk bersubsidi, persoalan kami masalah irigasi. Pemicu selama ini kami tidak memiliki Genset dan tak ada perhatian pemerintah setempat untuk solusinya. Kami berharap, melalui forum ini bisa ada solusi,” keluh Sukemi dalam pertemuan yang berlangsung di lapangan Kelurahan Bangsal itu, pada Selasa 1 Oktoter 2024.

Tak hanya kalangan petani, silaturahmi bersama Vinanda dan Gus Qowim ini juga dihadiri sejumlah guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Dalam kesempatan bertemu dengan calon pemimpinnya, para pahlawan tanpa tanda jasa itu mengeluhkan minimnya insentif yang mereka terima saat ini.

Mewakili para guru, Endah Suwarni, selaku Kepala Sekolah PAUD Cemerlang, Kelurahan Bangsal menyampaikan minimnya insentif yang diterima para pendidik di tingkat PAUD. Mereka berharap Vinanda dan Gus Qowim bisa menjadi pemimpin yang mengerti keluh kesalah mereka, sehingga bisa merasionalisasi insentif para guru PAUD.

“Awalnya, insentif yang kami terima hanya Rp50 ribu tiap bulan dan berangsur naik Rp400 ribu per bulan. Harapan kami, apabila Mbak Vinanda dan Gus Qowim diberi amanah memimpin Kota Kediri, insentif kami bisa setara UMR atau minimal ada kenaikan,” pinta Endah

Menurut perempuan berjilbab itu, penaikan insentif guru PAUD sangat dibutuhkan. Sebab, para guru selama ini hanya mengandalkan honor dari insentif yang diterima. Hal ini berbeda dari guru TK yang bisa menempuh program sertifikasi, sehingga tunjangan yang mereka terima jauh lebih besar.

Vinanda Prameswati mengakomodir seluruh keluhan tersebut. “Doakan, apabila kami diberi amanah memimpin Kota Kediri, kami akan berupaya memperjuangkan hak para petani dan Guru PAUD. Soal Genset yang dikeluhkan para petani, kami akan mengupayakan dalam waktu dekat” ucap Vinanda.

Hal senada diungkapkan wakilnya Gus Qowim. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ihslah Bandar Kidul, Mojoroto ini sangat memahami tentang persoalan pendidikan dan segala kesulitan yang dialami para pendidik. Tentu dia tidak akan berpangku tangan.

“Doakan dan restui kami, agar kami bisa melangkah dan menjadikan Kota Kediri menjadi lebih baik. Solusinya satu, pilih kami” ucap Tokoh Ulama Karismatik sekaligus Pengasuh Ponpes Al Islah yang akrab disapa Gus Qowim.

Agenda silaturahmi bareng Vinanda dan Gus Qowim ini berjalan gayeng. Hadir pula dalam pertemuan tersebut, Anggota DPRD Kota Kediri dari PKB Mujiono dan Bambang Giantoro dari Partai Hanura bersama para relawannya. Keduanya adalah wakil rakyat dari partai pendukung pasangan ini. [nm/ian]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.