Banjir Terpa Tiga Desa, Pemkab Jember Tangani 41 Balita dan 66 Lansia

0

Jember (beritajatim.com) – Kelompok rentan, yakni bayi, balita, ibu hamil, dan warga lanjut usia (lansia) menjadi perhatian dalam penanganan banjir di tiga desa Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Total ada empat ibu hamil, satu bayi, 41 balita, dan 66 lansia yang mendapatkan bantuan di Desa Wonoasri, Curahnongko, dan Andongrejo.

“Bantuan untuk bayi dan balita berupa susu biskuit dari Dinas Kesehatan dan baby kit dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah). Sementara untuk lansia ada selimut dan matras dari BPBD dan Dinas Sosial,” kata Bupati Hendy Siswanto, Minggu (1/12/2024).

Dinas Kesehatan dan Pusat Kesehatan Masyarakat Curahningko telah menangani 14 pasien pada 29 November dan 24 pasien pada 20 November 2024 dalam program pengobatan keliling.

Pemkab Jember juga telah melakukan penilaian terhadap sumber air bersih bersama Palang Merah Indonesia. Tercatat ada 97 sumur yang terdampak banjir dan keruh. “Belum bisa dilakukan kaporitisasi karena kondisi masih hujan, menunggu dua atau tiga hari lagi,” kata Hendy.

Banjir yang terjadi di tiga desa Kecamatan Tempurejo, yakni Desa Wonoasri, Curahnongko, dan Andongrejo, diawali hujan dengan intensitas sedang dan lebat pada pukul dua siang, Kamis (28/11/2024). Hujan berintensitas tinggi terjadi hingga pukul tujuh malam di wilayah Kecamatan Tempurejo.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Penta Satria mengatakan, sekitar Pukul 23.00 WIB, curah hujan semakin meningkat, sehingga mengakibatkan banjir.

Air membanjiri halaman dan jalan desa dengan ketinggian air 50 cm – 1 meter dan air mulai memasuki dalam rumah warga dengan ketinggian rata-rata 50 centimeter,” kata Penta.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember, 34 keluarga di Desa Andongrejo, 213 keluarga di Desa Curahnongko, dan 42 keluarga di Desa Wonoasri terdampak banjir.[wir]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.