Dibantu Mobil Operasional, ABK Gresik Tak Lagi Nge-Grab atau Jalan Kaki Lagi
Gresik (beritajatim.com)- Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Kabupaten Gresik sumringah, dan riang gembira. Pasalnya, pemerintah daerah setempat membantu mobil operasional 3 unit bantuan dari Corporate Social Responbility (CSR) Bank Jatim. Keberadaan mobil operasional itu diharapkan tak ada lagi ABK menggunakan mobil grab, atau berjalan kaki menuju ke UPT Resource Center Gresik tempat anak disabilitas belajar.
Salah satu orang tua yang mengapresiasi bantuan mobil operasional tersebut adalah Wulan. Ibu muda asal Perum Gresik Kota Baru (GKB) yang mempunyai anak bernama Naliya Putri (11) yang memiliki kebutaan sejak lahir.
Wulan bercerita sebelum ada mobil operasional. Dirinya setiap hari mengantar anaknya naik mobil grab ke UPT Resource Center Gresik. Dalam sehari mengeluarkan uang Rp 60 hari, seminggu tiga kali. “Alhamdulillah ada bantuan mobil operasional sehingga kami bisa menghemat pengeluaran saat mengantar Naliya Putri ke sekolah,” ujarnya, Rabu (18/12/2024).
Bantuan mobil operasional itu juga disambut positif oleh Bupati Fandi Akhmad Yani. Bupati milenial ini pernah memergoki ada anak disabilitas diantar jalan kaki usai pulang dari sekolah. “Nantinya mobil ini melengkapi pelayanan anak berkebutuhan khusus supaya bisa tumbuh dan berkembang dengan baik,” ungkapnya.
Gus Yani panggilan akrabnya sehari-hari menambahkan, operasional mobil ini dititipkan ke Dinas Pendidikan (Dispendik) melalui APBD agar segera dimanfaatkan untuk antar jemput anak berkebutuhan khusus baik itu berangkat maupun pulang. “Orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus tak usah kuatir karena antar jemput tidak dipungut biaya,” paparnya.
Sementara Kepala Cabang (Kacab) Bank Jatim Gresik, Abdullah Basit mengatakan, ada tiga unit mobil bantuan yang diserahkan ke pemda. “Bantuan ini merupakan CSR Bank Jatim yang ikut berkontribusi terhadap kepedulian anak berkebutuhan khusus,” pungkasnya. [dny/kun]
Link informasi : Sumber