Dukung Penanaman 1000 Pohon Mangrove, Wisma Jerman Gelar Pameran Seni ‘Art for Nature’

0

Surabaya (beritajatim.com) – Wisma Jerman menggandeng komunitas Aksi Cinta Indonesia (ACI) dan Lotus Art Courses dalam sebuah pameran seni bertajuk Art for Nature. Pameran ini menampilkan berbagai karya lukisan, serta gantungan kunci hasil kreasi para seniman, yang dilelang untuk menggalang dana bagi program penanaman 1000 pohon mangrove di Wonorejo.

Pameran ini bukan sekadar ajang apresiasi seni, melainkan juga bagian dari upaya lingkungan yang mulia. Hasil dari lelang lukisan akan sepenuhnya didonasikan untuk program konservasi mangrove, yang bertujuan menjaga ekosistem pesisir dari kerusakan.

Acara pembukaan pameran yang berlangsung di Wisma Jerman, Surabaya, Sabtu (28/09), dihadiri oleh berbagai tokoh penting. Mike Neuber, Direktur Utama Wisma Jerman, memimpin acara tersebut dan memberikan sambutan hangat. “Kampanye 1000 pohon mangrove ini sudah kami mulai sejak April, karena kami sadar bahwa mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem,” ungkap Mike.

Ia juga menekankan lima fungsi utama hutan mangrove, termasuk sebagai penyerap karbon dan pelindung alami dari erosi pantai. “Mangrove adalah habitat penting bagi banyak spesies, dan upaya pelestariannya sangat strategis,” tambahnya.

Acara semakin semarak dengan penampilan musik dari perwakilan komunitas ACI yang menyuguhkan lagu-lagu indah dengan iringan piano, menambah suasana hangat di tengah-tengah kegiatan seni tersebut.

Kolaborasi antara ACI dan Lotus Art Courses menghasilkan berbagai lukisan yang dipajang di dinding ruang pameran. Eri, perwakilan ACI, menjelaskan bahwa karya-karya tersebut merupakan hasil tangan kreatif 12 anak, yang terdiri dari 7 anak ACI dan 5 anak dari Lotus Art Courses. Karya-karya mereka menggambarkan berbagai tema, dari identitas hingga keindahan alam.

Salah satu pelukis muda, Aurella Ivana, mempersembahkan lukisan berjudul “Identitas yang Penuh Warna”. Melalui karya tersebut, Aurella menyampaikan filosofi tentang bagaimana manusia, layaknya bunga, bisa dipengaruhi oleh komentar-komentar negatif.

Nayla, pelukis “Picture Perfect”, mengisahkan tentang proses di balik lukisannya yang memakan waktu hingga lima hari. “Lukisan ini bercerita tentang seorang anak kecil yang bermimpi melihat kota sejuk seperti pegunungan, di tengah polusi perkotaan,” jelasnya.

Putu Mahendra, pendiri Lotus Art Courses, menambahkan bahwa semua anak yang berpartisipasi dalam pameran ini berasal dari Surabaya. “Kami berharap mereka bisa ikut terlibat langsung dalam acara ini dan merasakan dampak positifnya,” ujarnya.

Melalui pameran ini, Mike Neuber berharap target penanaman 1000 pohon mangrove dapat tercapai dengan sukses. “Setelah target ini terpenuhi, kami berencana untuk terus melanjutkan dengan penanaman 2000 pohon. Kami ingin program ini berkelanjutan dan berdampak jangka panjang,” tutupnya dengan penuh optimisme.

Pameran Art for Nature ini membuktikan bahwa seni bisa menjadi media yang kuat untuk menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan hijau. [kun]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.