kades Cerme Memberikan Suap Ke Camat grogol 135 Juta
jatimpedia.co Minggu 15-02-2026Dalam keterangannya, Kades Puncu menyebut di desanya terdapat satu formasi Kepala Dusun dan biaya setoran ia talangi sendiri. “Saya yang bayar,” ujarnya saat ditanya jaksa.
Ketika didalami alasannya, ia mengatakan, “Saya talangi, karena Kasun yang jadi ini sangat aktif di karang taruna, di kelompok tani namun tidak punya biaya.”Jaksa kemudian menanyakan siapa koordinator kecamatan yang disepakati di wilayah Puncu.
Hengky menjawab, “Sunardi (Kades Asmorobangun).” Ia juga mengungkap proses penyerahan uang kepada bendahara PKD. “Awalnya disepakati kades lain yang diminta antar uang karena rumah saya terletak di ujung lereng Kelud. Mulanya kita minta Kades Manggis Bu Vina, karena tetangganya meninggal maka tidak jadi ikut. Lalu Kades Gadungan Pak Ndari karena ada pertemuan mendadak juga tidak ikut antar uang ke Pak Sutrisno,” jelasnyaSaat ditanya nominal uang yang dibawa, Kades Puncu mengaku tidak menghitung secara rinci.
“Saya tidak hitung karena uang di bungkus kresek. Saya tidak hitung. Jadi Pak Sunardi terima dari para kades. Sekitar 4 bendel uang,” tuturnya. Ia juga menjelaskan alasan setoran berbeda dari desa lain. “Saat itu saya menyampaikan ke Bendahara PKD (terdakwa Sutrisno) karena di sini bengkok sedikit, selain itu wilayah kami di lereng Kelud yang sawahnya tadah hujan. Akhirnya disetujui.” Terkait setoran ke Forkompimcam, Kades Puncu mengaku bersama kades lain melakukan iuran 10 juta per formasi. “Uang itu kita setor ke Muspika, pembagiannya seingat saya Pak Camat 20 juta, Kapolsek 10 juta dan Danramil 7 juta. Namun untuk Pak Camat sudah dikembalikan ke saya 3,5 juta setelah mencuat perkara ini,” pungkasnya.
Perlu diketahui Kades Puncu Hengky Dwi Setyawan merupakan salah satu saksi dari 10 saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum.***
Wrt:IKBAL AMBON