Kemensos Beri Bantuan Logistik ke Korban Banjir Bandang di Aceh Tenggara
Aceh Tenggara (beritajatim.com) – Kementerian Sosial (Kemensos) telah melakukan asesmen terhadap korban banjir bandang yang terjadi di Aceh Tenggara pada Senin (14/10/2024). Salah satu korban yang menjadi perhatian adalah seorang petani yang meninggal dunia akibat terseret arus banjir. Selain korban meninggal, Kemensos juga menemui warga yang mengalami luka berat dan saat ini dirawat di rumah sakit.
Plt Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos, Masryani Mansyur, menyatakan bahwa Kemensos memberikan santunan kepada ahli waris dan korban luka-luka akibat bencana tersebut. “Ahli waris dari korban meninggal akan menerima santunan sebesar Rp15 juta, sementara korban luka berat mendapatkan Rp5 juta,” jelasnya pada Selasa (15/10/2024).
Tidak hanya santunan, Kemensos juga menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak banjir melalui Dinas Sosial Aceh Tenggara. Bantuan tersebut meliputi 200 paket sandang anak, 200 paket sandang dewasa, 200 paket family kit, dan 149 paket kidsware. Selain itu, ada juga bantuan berupa 150 lembar kasur, 200 lembar tenda gulung, 10 unit tenda keluarga portable, 1 unit tenda serbaguna, dan 50 lembar selimut. Total nilai bantuan mencapai Rp519 juta.
Sebagai bentuk dukungan tambahan, dapur umum telah dibuka di Desa Lawe Hijo, Kecamatan Bambel, sejak 14 Oktober 2024. Dapur umum ini menyediakan 6.566 bungkus makanan per hari, yang dibagi untuk tiga kecamatan. Jumlah ini terbagi rata untuk makan siang dan makan malam.
Kemensos terus memantau perkembangan bencana di Aceh Tenggara, terutama untuk kelompok rentan. Jika diperlukan, mereka akan memberikan dukungan tambahan berupa Layanan Dukungan Sosial (LDP) dan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang ditujukan kepada anak-anak, penyandang disabilitas, serta lansia. Bantuan ATENSI diberikan berdasarkan asesmen yang dilakukan oleh pekerja sosial di lapangan.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara telah menetapkan status darurat bencana banjir selama 14 hari, mulai 11 hingga 24 Oktober 2024. Banjir semakin meluas, mengakibatkan 82 desa di 13 kecamatan terendam air akibat luapan sungai dan jebolnya sejumlah tanggul. [rea/beq]
Link informasi : Sumber