Pj Gubernur Jawa Timur Serahkan Bonus Bagi Atlet dan Pelatih Peparnas XVII Jawa Tengah dan Paralimpiade Paris 2024

0

Mojokerto (beritajatim.com) – Kontingen Jawa Timur berhasil meriah 21 medali emas dalam Pekan Olahraga Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII 2024 pada 6-13 Oktober 2024 lalu. Sementara pada Paralimpiade Paris 2024 pada 28 Agustus 8 September 2024, Kontingen Jawa Timur berhasil meraih 1 medali perunggu.

Pejabat (Pj) Gubernur Jawa Timur menyerahkan bonus untuk atlet dan pelatih Peparnas XVII Jawa Tengah dan Paralimpiade Paris 2024 senilai Rp16,4 miliar. Penyerahan Bonus Atlet dan Pelatih Peparnas XVII Jawa Timur dan Olimpiade tersebut dilakukan di Lapangan Pangreman Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur, Muhamad Hadi Wawan Guntoro dalam sambutannya mengatakan, Peparnas XVII Jawa Tengah yang digelar pada tanggal 6 hingga 13 Oktober 2024 lalu di Solo. “Kontingen Jawa Timur dengan kekuatan 83 atlet, 23 pelatih dan 10 manager,” ungkapnya, Sabtu (14/12/2024).

Kontingen Jawa Timur berada di peringkat 10 dengan perolehan 21 medali emas, 20 medali perak dan 11 medali perunggu. Sementara pada Paralimpiade Paris 2024 yang berlangsung pada 28 Agustus hingga 8 September 2024 lalu, Kontingen Jawa Timur berhasil meraih 1 medali perunggu.

“Penyerahan bonus apresiasi tentunya menjadi hal yang ditunggu-tunggu dan alhamdulillah pada hari ini, 14 Desember 2024 di Lapangan Pangreman Kota Mojokerto. Dalam kesempatan ini, turut hadir 18 atlet peraih medali emas, 20 atlet peraih medali perak dan 11 atlet peraih medali perunggu serta 30 atlet non medali,” katanya.

Tak hanya para atlet peraih medali dan non medali, dalam kesempatan tersebut juga hadir pelatih dan manajer dengan total sebanyak 136 orang. Bonus yang diberikan untuk perorangan, medali emas sebesar Rp250 juta, medali perak sebesar Rp110 juta dan medali perunggu sebesar Rp50 juta.

“Sementara untuk beregu terdiri dari dua sampai tiga orang, peraih medali emas sebesar Rp250 juta, medali perak sebesar Rp90 juta dan medali perunggu Rp40 juta. Untuk beregu terdiri empat sampai enam orang, peraih medali emas sebesar Rp150 juta, medali perak sebesar Rp70 juta dan medal perunggu sebedar Rp30 juta,” jelasnya.

Untuk beregu enam orang atau lebih, lanjutnya, peraih medali emas sebesar Rp125 juta, peraih medali perak sebesar Rp50 juta dan peraih medali perunggu Rp25 juta. Khusus untuk peraih perunggu pada Paralimpiade Paris 2024 mendapatkan bonus Rp400 juta. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Pj Gubernur Jawa Timur.

“Kami ucapkan terima kasih, tentunya ini perhatian dari Bapak Pj Gubernur kepada seluruh atlet Paralimpiade, Papernas. Mudah-mudahan ini menjadi penyemangat bagi semua untuk lebih baik kedepannya,” harapnya.

Foto BeritaJatim.comSementara itu, Pejabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhi Karyono mengucapkan syukur atlet yang sudsh diberikan pembinaan meski dengan keterbatasan ternyata memiliki prestasi yang luar biasa. “Pada Peparnas XVII Jawa Tengah 2024 kemarin, yang tadinya hampir tidak percaya ternyata dua kali lipat memperoleh medali,” tuturnya.

Masih kata Pj Gubernur, Kontingen Jawa Timur berhasil meraih 21 medali emas, 20 medali perak dan 11 medali perunggu dinilai sebagai prestasi yang luar biasa untuk Jawa Timur. Dengan keterbatasan dan tidak semua cabang olahraga (cabor) diikuti namun Kontingen Jawa Timur berhasil meraih peringkat 10.

“Dan perolehanya dua kali lipat. Kami memberikan apresiasi yang sama antara atlet PON dan Papernas, tidak kami bedakan. Yang terpenting pajaknya ditanggung pemerintah. Kami juga menambahkan anggaran pembinaan NPC dari Rp500 juga menjadi Rp2,5 miliar. Dan mudah-mudahan itu bisa menambah kekuatan,” urainya.

Pj Gubernur menuturkan, banyak dunia usaha dan perbankan membantu National Paralympic Committee (NPC) Jawa Timur. Menurutnya, pihaknya akan mengidentifikasi kembali cabor mana yang belum pernah ikut akan dicari bibit-bibit atlet berprestasi agar Kontingen Jawa Timur bisa mengikuti semua cabor yang dipertandingkan.

“Kami menyadari bahwa pembinaan kita masih kurang, oleh karena itu 2025 start untuk menjadi yang lebih baik dan profesional. Tidak menjadi perbandingan yang karena memang berbeda, untuk sebuah olahraga PON dengan prestasi dan tingkat keakuratan yang tinggi, persaingan yang sangat ketat. Memang seharusnya tidak jauh-jauh, walaupun kurang tapi tidak kurang banyak,” tegasnya.

Hanya dengan anggaran Rp500 juta namun Kontingen Jawa Timur berhasil meraih 21 medali emas. Menurutnya, hal tersebut lantaran para atlet disabilitas memiliki rasa kepedulian sehingga keluarga maupun saudara bisa membantu. Sehingga Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menambah dukungan berupa tambahan anggaran pembinaan.

Sebelumnya, Kontingen Jawa Timur menunjukkan performa gemilang dalam ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024 di Solo. Kontingen Jatim berhasil meraih 21 medali emas, raihan ini jauh melampaui target awal yang ditetapkan sebanyak 10 medali emas. Jawa Timur menyumbang satu medali perunggu dalam Paralimpiade Paris 2024. [tin/kun]

Rincian Medali Kontingen Jatim :

– Para Renang: 8 emas, 4 perak, 2 perunggu
– Para Atletik: 6 emas, 8 perak, 3 perunggu
– Para Tenis Meja: 3 emas, 1 perak
– Para Bulu Tangkis: 2 emas, 4 perak, 2 perunggu
– Para Taekwondo: 1 emas, 1 perunggu
– Boccia: 1 perak, 1 perunggu.


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.