Rahasia Waktu Paling Mustajab untuk Berdoa, Ternyata Para Wali Lakukan Ini Menurut Gus Baha

0

Surabaya (beritajatim.com) – Doa para wali yang dikenal cepat dikabulkan oleh Allah Swt ternyata bukan hanya karena mereka adalah kekasih Allah, tetapi juga karena cara mereka berdoa yang berbeda dari kebanyakan orang.

Dalam sebuah kajian, KH Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha, menjelaskan bahwa para wali memahami hakikat doa sebagai bentuk pengakuan kelemahan di hadapan Allah.

Sebagaimana dilansir Beritajatim.com dari sebuah video Instagram @ngajigusbaha, Gus Baha menyoroti bahwa kesalahan umum dalam berdoa adalah mengandung nada protes kepada Allah.

Protes ini, menurut beliau, malah dapat dianggap sebagai “doa kriminal.” Misalnya, seseorang berdoa sambil berkata, “Katanya Engkau Maha Baik, tetapi mengapa doa saya tidak dikabulkan?” Pendekatan seperti ini justru menjauhkan kita dari rahmat Allah.

Sebaliknya, doa yang benar adalah doa yang penuh kerendahan hati, menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk lemah yang membutuhkan Allah.

Gus Baha mengutip syair Abdullah Al-Haddad yang menegaskan bahwa doa sejatinya adalah bukti kebutuhan manusia kepada Allah, bukan sekadar alat untuk memastikan permintaan dikabulkan.

Para waliyullah memiliki pandangan unik terhadap doa. Mereka tidak terlalu memikirkan apakah doa mereka akan dikabulkan atau tidak, melainkan berdoa sebagai bentuk ibadah dan pengakuan atas kebutuhannya kepada Allah.

“Wali-wali dari awal tidak terpikir apakah doanya dikabulkan atau tidak, karena inti doa bagi mereka adalah menunjukkan kelemahan sebagai hamba,” ungkap Gus Baha.

Hal itulah yang menurut Gus Baha justru menjadi penyebab utama doa para waliyullah cepat dikabulkan, yaitu karena tidak terlalu berharap segera dikabulkannya doa.

Waktu Mustajab untuk Berdoa

Selain cara berdoa, Gus Baha juga menjelaskan waktu mustajab untuk berdoa. Salah satu waktu terbaik adalah akhir waktu pada hari Jum’at.

Hal itu karena diyakini sebagai momen ketika Allah meniupkan ruh ke dalam tubuh Nabi Adam. Momen ini penuh dengan kebahagiaan Allah, sehingga menjadi waktu yang sangat baik untuk memohon kepada-Nya.

“Ketika akhir Jum’at, yaitu akhiru sa’atin min yaumil Jum’ah, saya selalu gunakan waktu ini untuk berdoa,” ungkap Gus Baha.

Meskipun demikian, Gus Baha tetap mengamalkan ajaran para wali yaitu berdoa hanya untuk mengakui bahwa dirinya lemah dan meminta kepada dzat Yang Maha Berkehendak.

Rahasia doa para wali yang mustajab terletak pada pemahaman hakikat doa sebagai bentuk ibadah, pengakuan kelemahan, dan kesadaran akan kebutuhan kepada Allah.

Ditambah lagi, memilih waktu mustajab seperti akhir hari Jum’at dapat menjadi upaya maksimal untuk mendekatkan doa kita kepada Allah. [ian]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.