Sentra Marmer Tertua hingga Tradisi Manten Kucing
Surabaya (beritajatim.com) – Tulungagung, sebuah kabupaten di Jawa Timur, memiliki segudang keunikan yang jarang diketahui banyak orang.
Dari hasil tambang marmer yang terkenal hingga budidaya ikan patin terbesar, Tulungagung menawarkan potensi luar biasa dalam sektor industri, perikanan, hingga tradisi dan budaya tradisional yang tak kalah unik.
Adapun berikut ini fakta menarik tentang Tulungagung yang patut diketahui:
1. Sentra Marmer Tertua di Indonesia
Tulungagung telah dikenal sebagai penghasil marmer tertua di Indonesia sejak tahun 1934. Beberapa kecamatan yang menjadi sentra marmer adalah Kecamatan Campurdarat, Besuki, Pakel, dan Bandung. Marmer Tulungagung memiliki kualitas premium yang telah diakui di pasar internasional.
Berbagai jenis marmer Tulungagung, seperti Kawi Agung, Ujung Pandang, Kanguri, Spot Onyx, Pacito Roso, Perlato Grey, Honey Rose, Carrara, dan Onyx, telah diekspor ke negara-negara seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, Prancis, Jerman, Polandia, dan India. Kualitas marmer yang tahan lama dan memiliki pola yang indah menjadi daya tarik utama.
2. Penghasil Patin Terbesar di Jawa Timur
Tulungagung juga dikenal sebagai penghasil ikan patin terbesar di Jawa Timur. Menurut data BPS Jawa Timur tahun 2022, produksi ikan patin di Tulungagung mencapai 14.232 ton. Potensi lahan untuk pengembangan budidaya patin di daerah ini mencapai 976.885,71 hektare.
Keunggulan patin Tulungagung terletak pada kualitas dagingnya yang putih bersih, tidak berbau tanah, serta memiliki ukuran seragam. Sebanyak 60-70% hasil budidaya patin telah memenuhi standar ekspor. Ikan patin dari Tulungagung telah diekspor ke berbagai negara, seperti Uni Emirat Arab dan Abu Dhabi, menjadikannya salah satu komoditas andalan daerah.
3. Kopi Ijo, Minuman Khas Tulungagung
Kopi ijo adalah minuman khas Tulungagung yang sudah ada sejak tahun 1970-an. Kopi ini dibuat dari campuran kopi hitam dan kacang hijau, menghasilkan aroma dan rasa yang khas. Kopi ijo juga dipercaya memiliki manfaat kesehatan, seperti meningkatkan stamina dan membantu pencernaan.
Tradisi unik yang terkait dengan kopi ijo adalah Nyethe, seni melukis atau membatik sebatang rokok menggunakan endapan kopi ijo. Tradisi ini telah menjadi budaya lokal yang menunjukkan kreativitas masyarakat Tulungagung.
4. Manten Kucing, Ritual Memanggil Hujan
Tradisi Manten Kucing adalah ritual adat masyarakat Tulungagung yang dilakukan untuk memohon hujan. Dalam tradisi ini, dua ekor kucing diarak mengelilingi desa dengan prosesi seperti pernikahan. Kucing yang dipilih harus berasal dari arah timur dan barat desa.
Saat ini, Manten Kucing telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Pemerintah Kabupaten Tulungagung juga memanfaatkan tradisi ini untuk menarik wisatawan dan mempererat hubungan antar warga. Ritual ini menjadi simbol rasa syukur atas berkah alam serta keakraban masyarakat.
Tulungagung tidak hanya terkenal sebagai sentra marmer terbesar, tetapi juga sebagai produsen patin unggulan dan memiliki kekayaan budaya yang unik. Dari kopi ijo hingga ritual Manten Kucing, Tulungagung menawarkan pesona yang memikat wisatawan dan memperkuat identitas budaya lokal. (fyi/ian)
Link informasi : Sumber