FK Unair Bedah Penanganan Aneurisma Intrakranial Bersama Pakar Bedah Saraf Belanda
Surabaya (beritajatim.com) – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) mengulas teknik pembedahan dan endovaskular untuk menangani aneurisma intrakranial bersama pakar bedah saraf dari Belanda.
Kuliah tamu di Hall AMEC FK Unair ini menghadirkan Guru Besar Bedah Saraf University of Groningen sekaligus Adjunct Professor FK Unair, Prof Rob J.M. Groen. Dia membeberkan bahaya pendarahan otak akibat pembengkakan pembuluh darah.
“Aneurisma intrakranial, yaitu pelebaran atau penonjolan dinding pembuluh darah di otak, memerlukan penanganan presisi dan cepat. Kondisi ini sering kali dijuluki sebagai ‘bom waktu’ karena risiko pecahnya pembuluh darah dapat berakibat fatal,” kata Prof Groen, ditulis Selasa (22/9/2026).
Ia menyebut satu dari 50 orang diperkirakan mengidap aneurisma tanpa gejala. Jika pecah, tingkat kematian pendarahan otak mencapai 50 persen, dan 70 persen penyintas berisiko menderita gangguan saraf permanen.
Faktor pemicu meliputi merokok, hipertensi, lokasi aneurisma, serta jenis kelamin wanita. Saat ini, metode invasif minimal endovaskular mendominasi 60 hingga 75 persen penanganan kasus, sementara bedah terbuka memegang 25 hingga 40 persen.
“Inovasi perangkat endovaskular akan terus berkembang pesat. Meski demikian, tindakan pembedahan terbuka akan tetap memegang peranan kunci, khususnya pada kasus-kasus akut dengan hematoma intraserebral yang luas,” ujar Prof Groen.
Meski teknik endovaskular terus berkembang, tingginya biaya peralatan habis pakai dan mesin angiografi biplane masih menjadi hambatan. Lewat forum ini, FK Unair memfasilitasi transfer ilmu internasional bagi residen dan tenaga medis. [ipl/aje]
Link informasi : Sumber