Perkuat Kesiapsiagaan, Lapas Mojokerto Bekali Petugas dan Warga Binaan Hadapi Bencana
Mojokerto (beritajatim.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana melalui kegiatan Simulasi Penanggulangan Bencana dan Mitigasi Bencana. Dalam hal ini, Lapas Kelas IIB Mojokerto menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mojokerto.
Kegiatan yang digelar di Aula Utama Lapas Kelas IIB Mojokerto tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan petugas maupun warga binaan dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya apabila terjadi gempa bumi. Kesiapsiagaan menjadi perhatian penting karena lingkungan Lapas memiliki kondisi yang berbeda dibandingkan fasilitas umum lainnya.
Kamar hunian yang terkunci, lorong yang sempit dan padat, serta kebutuhan koordinasi antarpetugas menjadi sejumlah faktor yang harus diperhitungkan ketika terjadi bencana. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diberikan pembekalan mengenai potensi bencana, langkah perlindungan diri saat gempa, hingga prosedur evakuasi setelah guncangan berhenti.
Pemateri dari BPBD Kota Mojokerto, Muclis, menjelaskan bahwa gempa bumi tidak dapat diprediksi. Karena itu, kesiapan sebelum bencana menjadi hal yang penting untuk meminimalkan risiko ketika situasi darurat benar-benar terjadi. “Peserta kami bekali prinsip Drop, Cover, Hold On untuk menghadapi guncangan pada detik-detik awal,” ungkapnya, Jumat (2/10/2026).
Dalam kondisi kamar tanpa meja, peserta juga diarahkan untuk berlindung di dekat dinding utama atau pilar beton, menggunakan matras atau bantal untuk melindungi kepala, serta menjauhi kaca dan lampu gantung. Selain perlindungan diri, simulasi juga bertujuan memastikan seluruh pihak memahami pembagian tugas ketika proses evakuasi dilakukan.
Petugas diarahkan untuk membuka kunci sesuai SOP darurat, mengatur jalur evakuasi, serta mengamankan area. Sementara warga binaan diarahkan tetap tenang, mengikuti instruksi petugas, berjalan secara tertib menuju titik kumpul, dan membantu rekan yang membutuhkan pertolongan.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Mojokerto, Arifin Akhmad, mengatakan, peningkatan kesiapsiagaan diperlukan agar seluruh jajaran mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi bencana. Menurutnya, kesiapsiagaan bencana membutuhkan pemahaman dan kerja sama seluruh pihak.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap petugas maupun warga binaan memahami langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana, sehingga penanganan dapat berjalan sesuai prosedur dan tetap mengutamakan keselamatan,” ujarnya.
Menurutnya, pemahaman mengenai prosedur penanganan bencana tidak cukup hanya diberikan melalui materi. Karena itu, kegiatan dilanjutkan dengan praktik simulasi agar peserta dapat menerapkan secara langsung langkah-langkah yang telah disampaikan.
Dengan simulasi tersebut, Lapas Kelas IIB Mojokerto berharap kesiapan menghadapi kondisi darurat dapat semakin terbangun, sekaligus memperkuat koordinasi antara petugas Lapas, warga binaan, dan instansi terkait dalam penanganan bencana. [tin/kun]
Link informasi : Sumber