Kemarau Bisa Panjang hingga Desember, Petani Mojokerto Dibekali 7 Alsintan

0

Mojokerto (Beritajatim.com) – Ancaman kemarau berkepanjangan hingga akhir tahun membuat sektor pertanian di Kabupaten Mojokerto harus bersiap lebih dini. Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun memperkuat kesiapan petani dengan menyerahkan tujuh unit alat dan mesin pertanian (alsintan), berupa dua combine harvester dan lima pompa air.

Bantuan tersebut diserahkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada sejumlah kelompok tani di Kabupaten Mojokerto di Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Tujuh kelompok tani penerima masing-masing Kelompok Tani Rukun Makmur 2, Tani Jaya, Sumber Makmur, Mardi Tani, Sejahtera 4, Makmur, dan Rukun Tani.

Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian mengatakan, bantuan alsintan menjadi bagian penting dalam modernisasi pertanian sekaligus menjawab tantangan yang semakin dihadapi petani. Mulai dari keterbatasan tenaga kerja, meningkatnya biaya produksi, kebutuhan percepatan panen hingga persoalan ketersediaan air saat musim kemarau.

“Bantuan combine harvester diharapkan dapat membantu petani dalam mempercepat proses panen, mengurangi kehilangan hasil, menghemat biaya dan tenaga kerja, serta meningkatkan efisiensi usaha tani,” ungkapnya, Minggu (4/10/2026).

Sementara keberadaan pompa air diharapkan menjadi penopang pengairan lahan, terutama bagi wilayah pertanian yang mengalami keterbatasan sumber air. Wabup berharap pemanfaatan alsintan tersebut tidak hanya berdampak pada produktivitas, tetapi juga mampu menekan biaya usaha tani sehingga pendapatan dan kesejahteraan petani meningkat.

“Dengan dukungan alat dan mesin pertanian tersebut, kami berharap produktivitas pertanian dapat meningkat dan biaya usaha tani dapat ditekan. Jangan sampai bantuan yang telah diberikan menjadi tidak optimal karena kurangnya pemeliharaan ataupun pemanfaatan yang tidak sesuai peruntukannya. Mari kita bangun semangat gotong royong, berbagi manfaat, dan mengembangkan pengelolaan alsintan secara bersama-sama,” pesannya.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyoroti ancaman kemarau yang berpotensi berlangsung lebih panjang, bahkan hingga melewati Desember. Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemanfaatan sumber air dan pompa menjadi semakin penting untuk menjaga keberlangsungan pertanian.

Khofifah mengatakan, pemerintah juga melakukan mitigasi melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Sejak 6 September, OMC disebut telah menghasilkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang ketika terdapat pergerakan awan yang memungkinkan dilakukan penyemaian. Namun, upaya tersebut tetap perlu diikuti kesiapsiagaan di tingkat petani.

“Mengingat adanya potensi kemarau yang bisa memanjang hingga melewati bulan Desember, kewaspadaan tetap diperlukan sehingga pemanfaatan sumur dan pompa-pompa air harus terus dimaksimalkan. Nama kelompok tani penerima bantuan mengandung doa dan harapan. Harapannya, nama-nama tersebut dapat mewujud menjadi kenyataan bagi para petani,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur sendiri pada 2026 mengalokasikan 341 unit alsintan, terdiri dari 231 unit alat prapanen dan 110 unit alat pascapanen. Dari jumlah tersebut, tujuh unit dialokasikan untuk kelompok tani di Kabupaten Mojokerto. Penyerahan alsintan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur yang diperingati 12 Oktober 2026. [tin/aje]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.