Revolusi Bioetanol E20: Agrinas Palma Nusantara dan IPB Siapkan Lahan 1 Juta Hektare
Jakarta (beritajatim.com) – Pengembangan industri bioetanol berbasis tanaman singkong, sorgum, dan jagung kini memasuki tahap konkret melalui kolaborasi strategis antara PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dan IPB University. Inisiatif ini difokuskan pada penguatan rantai pasok, ketersediaan bahan baku, serta pemanfaatan teknologi tepat guna demi mendukung implementasi program E20.
Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, menekankan pentingnya ekosistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir dalam pengembangan bioetanol. Perusahaan telah menyusun peta jalan pengembangan multifeedstock dengan target pencapaian lahan seluas 1 juta hektare pada 2029 mendatang.
“Target tersebut harus dibangun dari kepastian bahan baku, kesesuaian lahan, produktivitas, teknologi, hingga keekonomian dan partisipasi masyarakat. Karena itu, pendekatan multifeedstock dan integrasi hulu-hilir menjadi penting,” ujar Abdul Ghani.
Sinergi Akademis dan Sains
Dari sisi akademis, Dekan Fakultas Pertanian IPB University, Prof. Dr. Ir. Suryo Wiyono, menegaskan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi dalam inovasi budidaya hingga aspek ekonomi. Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada detail teknis di lapangan yang harus dikelola secara presisi.
“Pengembangan bioetanol membutuhkan kontribusi berbagai disiplin ilmu. Faperta memiliki berbagai inovasi dan siap berkolaborasi untuk mendukung program ini agar dapat dikembangkan secara produktif dan berkelanjutan,” jelas Prof. Suryo.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor I IPB, Prof. drh. Deni Noviana, menyatakan bahwa kebijakan strategis harus berpijak pada basis data ilmiah yang kuat. Ia berharap forum ini dapat melahirkan rekomendasi konkret yang mampu ditindaklanjuti oleh pemerintah secara lintas sektor.
“Kami berharap forum ini menghasilkan kajian berbasis data dan rekomendasi yang jelas, termasuk bagaimana rekomendasi tersebut dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah,” tutur Deni. (hen/but)
Link informasi : Sumber