PNM Kembangkan Panduan Wisata Digital Dwibahasa Berbasis Website terintegrasi QR Code di PSC Madiun

0

Madiun (beritajatim.com) – Kawasan Pahlawan Street Center (PSC) dan Pahlawan Religi Center (PRC) Kota Madiun kini dikembangkan sebagai ruang wisata sekaligus edukasi melalui inovasi digital berbasis QR Code. Tim peneliti multi-disiplin Politeknik Negeri Madiun (PNM) menghadirkan panduan wisata digital dwibahasa Indonesia-Inggris untuk memudahkan pengunjung memperoleh informasi mengenai berbagai destinasi dan fasilitas di kawasan tersebut.

Inovasi tersebut dikembangkan melalui penelitian bertajuk Contextual English Learning Innovation: Developing Bilingual QR Code-Based Website Tourist Information at Pahlawan Street Centre. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan informasi publik yang lebih inklusif, terutama seiring meningkatnya daya tarik PSC dan PRC sebagai salah satu ikon pariwisata Kota Madiun.

Ketua Tim Peneliti Multi Disiplin PNM Ita Permatasari mengatakan, kawasan PSC dan PRC setiap pekannya dikunjungi ribuan wisatawan. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap fasilitas informasi yang mudah diakses, informatif, sekaligus mampu menjangkau wisatawan mancanegara semakin penting.

“Selama ini, plang informasi fisik (signage) yang terpasang di lokasi wisata umumnya bersifat statis, memiliki kapasitas muatan teks yang terbatas, serta hanya menggunakan bahasa Indonesia. Hal ini kerap menjadi kendala bagi wisatawan mancanegara yang ingin mengenal lebih jauh sejarah dan daya tarik Kota Madiun,” kata Ita.

Menurut dia, keterbatasan informasi berbahasa Inggris juga membuat ruang publik seperti PSC belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran bahasa asing secara kontekstual Ruang publik seperti PSC memiliki potensi besar untuk dioptimalkan sebagai sarana pembelajaran bahasa asing kontekstual melalui perluasan penyajian informasi berbahasa Inggris. Karena itu, tim PNM mengintegrasikan unsur pembelajaran bahasa dengan kebutuhan informasi wisata melalui platform digital.

Tim peneliti yang terdiri dari Ita Permatasari, Rizka Maulina Wulandari, A’thi Fauzani Wisudawati, Muhyiddin Aziz, Intan Aulia Nastiti Wisudawati, dan Zulfa Khairina tersebut dalam proses mengembangkan monumen penanda papan informasi wisata yang tahan terhadap kondisi cuaca. Papan informasi itu dilengkapi kode QR yang dapat dipindai menggunakan telepon pintar pengunjung.

Setelah kode dipindai, pengunjung akan diarahkan menuju laman website panduan interaktif. Informasi disajikan dalam bentuk teks sejajar dwibahasa atau parallel Indonesian-English text, dilengkapi gambar visual serta uraian singkat yang informatif.

Platform tersebut memuat informasi mengenai 60 objek wisata dan fasilitas lokal yang dikelompokkan ke dalam enam kategori utama. Kehadiran sistem ini membuat informasi mengenai kawasan wisata tidak lagi bergantung sepenuhnya pada papan fisik yang memiliki keterbatasan ruang.

“Melalui inovasi ini, kawasan Pahlawan Street Center Madiun kini tidak hanya berdiri sebagai destinasi rekreasi visual, tetapi juga bertransformasi menjadi ruang publik edukatif yang mendukung terwujudnya Smart Tourism dan literasi bahasa internasional bagi masyarakat,” ujar Ita.

Pengembangan sistem tersebut juga melibatkan kolaborasi antara PNM dan Pemerintah Kota Madiun. Kerja sama dilakukan khususnya dengan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Madiun.

Bagi sektor pariwisata, keberadaan informasi digital dwibahasa dapat memperluas akses wisatawan terhadap informasi destinasi sekaligus mendukung pengalaman kunjungan yang lebih mandiri. Wisatawan tidak hanya memperoleh petunjuk mengenai objek yang berada di kawasan PSC dan PRC, tetapi juga dapat mengenali konteks, daya tarik, serta fasilitas lokal melalui perangkat yang mereka gunakan sehari-hari.

Di sisi lain, penggunaan bahasa Inggris secara berdampingan dengan bahasa Indonesia membuka peluang bagi ruang publik menjadi media pembelajaran bahasa yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Masyarakat maupun pelajar dapat memperoleh paparan kosakata dan struktur bahasa Inggris melalui informasi yang berkaitan langsung dengan lingkungan wisata.

Ke depan, inovasi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pemutakhiran informasi dan kolaborasi lintas sektor. Dengan dukungan pemerintah daerah, akademisi, dan pengelola kawasan, sistem informasi berbasis QR Code tersebut berpeluang menjadi bagian dari penguatan ekosistem wisata digital Kota Madiun sekaligus memperluas fungsi PSC dan PRC sebagai ruang publik, wisata, dan edukasi. [ADV/fiq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.