Simulasi Sispamkota Pilkades Pacitan, Massa Ricuh dan Water Cannon Dikerahkan
Pacitan (beritajatim.com) – Suasana halaman Pendopo Kabupaten Pacitan mendadak tegang Rabu (7/10/2026). Sejumlah massa terlibat kericuhan hingga aparat kepolisian harus turun tangan. Bahkan, kendaraan taktis water cannon dikerahkan untuk membubarkan massa.
Namun, situasi tersebut bukan kejadian sebenarnya. Adegan itu merupakan bagian dari simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama pelaksanaan Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Pacitan.
Simulasi melibatkan personel Polres Pacitan, TNI, Satpol PP, hingga unsur pemerintah desa. Skenario dimulai dari tahapan kampanye, masa tenang, pendistribusian logistik di tengah hujan, hingga pemungutan suara.
Skenario Kerusuhan dan Pengerahan Kendaraan Taktis
Kericuhan disimulasikan terjadi saat seorang warga yang tidak terdaftar sebagai pemilih menerobos masuk ke TPS. Situasi memanas hingga terjadi aksi saling dorong dan petugas mengamankan sejumlah orang yang dianggap sebagai pengacau.
Ketegangan kembali terjadi saat penetapan hasil pemilihan. Pendukung calon yang kalah memprotes hasil Pilkades hingga terjadi kericuhan. Puncaknya, aksi demonstrasi saat pelantikan kepala desa berubah anarkis dan memaksa aparat mengerahkan water cannon.
Pemetaan Potensi Rawan Pilkades Serentak
Kapolres Pacitan menyatakan, pemetaan potensi kerawanan telah dilakukan bersama pemerintah desa, TNI, dan instansi terkait. Dia berharap siapapun yang terpilih maka itu harus dilaksanakan dan diterima dengan baik oleh seluruh masyarakat.
“Dengan proses penggalangan yang sudah berjalan cukup lama, saat ini wilayah Kabupaten Pacitan masih dinilai ada dua, yaitu cukup rawan dan kurang rawan. Sedangkan kategori merah atau rawan saat ini belum ada,” katanya.
Meski belum terdapat desa yang masuk kategori rawan, aparat tetap menyiapkan langkah antisipasi untuk memastikan seluruh tahapan Pilkades Serentak 2026 berjalan aman, tertib, dan kondusif. (tri/but)
Link informasi : Sumber