Cuaca Ekstrem Kasus ISPA Melonjak, Dinkes Pasuruan Minta Warga Waspadai Virus Influenza

0

Pasuruan (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penularan virus influenza. Langkah antisipasi ini diambil menyusul maraknya aktivitas penyakit saluran pernapasan yang dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem di kawasan Pasuruan.

Meskipun demikian, otoritas kesehatan memastikan bahwa belum ada laporan temuan kasus spesifik Influenza A di wilayah Kabupaten Pasuruan hingga Senin (5/10/2026). Pihak Dinkes terus memantau dinamika kesehatan warga agar potensi lonjakan infeksi pernapasan dapat terdeteksi secara dini.

“Kalau Influenza tipe A itu, kalau di Kabupaten Pasuruan sampai per hari ini masih belum ada laporan terkait kasus Influenza tipe A. Kalau kasus ISPA secara keseluruhan memang ada peningkatan dari bulan kemarin sampai ke bulan ini, tapi untuk angkanya masih belum bisa ditarik karena sedang ada peralihan program baru, ada aplikasi baru untuk ISPA dan masih dimigrasi,” kata Ketua Tim Kerja P2PM Dinkes Kabupaten Pasuruan, dr. Melina, Rabu (7/10/2026).

dr. Melina menerangkan bahwa lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) umum tidak bisa serta-merta dikategorikan sebagai fenomena terjangkitnya Influenza A. Untuk memastikan tipe virus influenza yang menginfeksi pasien, dibutuhkan tahapan uji laboratorium serta pemeriksaan medis lanjutan secara spesifik.

Data Surveilans Nasional dan Kelompok Rentan

Kewaspadaan di tingkat daerah ini sejalan dengan rilis data surveilans nasional Kementerian Kesehatan hingga minggu ke-36 tahun 2026 yang mencatat proporsi spesimen positif influenza mencapai 46 persen dari 185 sampel. Indikator nasional tersebut menjadi alarm bagi daerah untuk memperketat benteng pencegahan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil.

“Jangan panik, yang penting tetap jaga kebersihan, terutama etika batuk harus lebih diperhatikan. Kemudian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga harus ditingkatkan, serta yang sakit harus lebih sadar diri untuk bisa memakai masker, bukan malah yang sehat yang pakai masker,” tegasnya.

dr. Melina menambahkan bahwa kesadaran mandiri dari warga yang sedang bergejala menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan di lingkungan sekitar. Penggunaan masker saat mengalami gejala flu terbukti efektif mencegah sebaran droplet kepada warga yang sehat.

Saat ini Dinkes Kabupaten Pasuruan terus mematangkan migrasi aplikasi pencatatan data agar pemantauan tren ISPA dapat tersaji secara cepat dan akurat. Penguatan surveilans di lapangan diharapkan mampu menjaga kondusivitas kesehatan masyarakat Pasuruan di tengah perubahan cuaca yang tidak menentu. (ada/but)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.