Lima Bale Nelayan Lumpur Direvitalisasi, Petrokimia Gresik Salurkan Rp100 Juta
Ringkasan Berita:
- Petrokimia Gresik menyalurkan bantuan Rp100 juta untuk revitalisasi fasilitas kelompok nelayan di Kelurahan Lumpur, Gresik.
- Bantuan tersebut digunakan untuk memperbaiki bale, dermaga, dan sarana pendukung di lima bale nelayan.
- Lima lokasi yang mendapat revitalisasi yakni Bale Pasusukan, Bale Purbo, Bale Wonorejo, Bale Cilik, dan Bale Gede.
- Kegiatan juga diisi dialog bersama nelayan serta edukasi keselamatan dan K3 untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
Gresik (beritajatim.com) – Sebanyak Rp100 juta disalurkan untuk merevitalisasi fasilitas kelompok nelayan di lima bale Kelurahan Lumpur, Gresik. Bantuan tersebut diarahkan untuk memperbaiki bale, dermaga, dan sarana pendukung yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas masyarakat pesisir sebelum maupun setelah melaut.
Bantuan tersebut disalurkan melalui kegiatan Komunikasi Bersama Nelayan Lumpur atau Nasi Layur di Bale Cilik bersama PT Petrokimia Gresik. Lima bale nelayan yang menjadi sasaran revitalisasi tersebut yakni Bale Pasusukan, Bale Purbo, Bale Wonorejo, Bale Cilik, dan Bale Gede.
Bagi nelayan Kelurahan Lumpur, keberadaan bale dan dermaga memiliki fungsi penting dalam aktivitas sehari-hari. Fasilitas tersebut tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menunjang berbagai kegiatan nelayan sebelum berangkat melaut maupun setelah kembali.
Salah seorang nelayan Kelurahan Lumpur, M. Sholeh, mengatakan kondisi fasilitas yang lebih baik akan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang setiap hari menggunakannya.
“Fasilitas seperti bale dan dermaga ini memang penting bagi kami. Setiap hari digunakan untuk aktivitas nelayan. Kalau kondisinya lebih baik, tentu kami juga lebih nyaman,” ujar M. Sholeh.
Sementara itu, VP Komunikasi Korporat Petrokimia Gresik Ari Primantara mengatakan kehadiran perusahaan di tengah masyarakat sekitar tidak sebatas memberikan bantuan. Menurutnya, fasilitas yang direvitalisasi diharapkan benar-benar memberikan manfaat bagi aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Yang kami harapkan bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi bagaimana fasilitas yang ada bisa benar-benar memberikan manfaat bagi aktivitas masyarakat sehari-hari,” ujar Ari Primantara.
Selain penyaluran bantuan, kegiatan Nasi Layur juga menjadi ruang komunikasi dan pertukaran informasi antara nelayan dengan perusahaan. Forum tersebut dimanfaatkan untuk mendengarkan berbagai kebutuhan masyarakat sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat antara perusahaan dan lingkungan sekitar.
Dalam kegiatan itu, Petrokimia Gresik juga memberikan edukasi mengenai keselamatan melalui aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Materi yang diberikan mencakup langkah awal menghadapi kondisi darurat, upaya menjaga keselamatan diri, hingga mekanisme komunikasi ketika terjadi situasi tertentu.
Ari Primantara mengatakan aspek keselamatan menjadi kepentingan bersama, terutama dalam membangun kesiapan masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat.
“Keselamatan merupakan kepentingan bersama. Karena itu, komunikasi antara masyarakat dan perusahaan harus terus dibangun agar ketika ada kondisi tertentu dapat segera ditangani dengan langkah yang tepat,” ujar Ari Primantara. [dny/beq]
Link informasi : Sumber