BULOG Kediri Serap 79.277 Ton Beras, Lampaui Target Pengadaan 2026
Ringkasan Berita
- BULOG Kediri menyerap 79.277 ton setara beras hingga 8 Oktober 2026.
- Realisasi pengadaan mencapai 107,87 persen dari target tahunan sebesar 73.489 ton setara beras.
- Penyerapan mencakup hasil panen petani di wilayah Kediri, Nganjuk, dan sekitarnya.
- Secara nasional, pengadaan beras BULOG mencapai 4,115 juta ton setara beras atau 102,88 persen dari target pemerintah.
Kediri (beritajatim.com) – Perum BULOG Kantor Cabang Kediri mencatat realisasi pengadaan gabah dan beras sebesar 79.277 ton setara beras hingga 8 Oktober 2026. Capaian tersebut mencapai 107,87 persen dari target pengadaan tahun ini sebesar 73.489 ton setara beras.
Realisasi itu menunjukkan penyerapan hasil panen petani oleh BULOG Kediri telah melampaui target tahunan, meskipun periode pengadaan 2026 masih berlangsung.
Pemimpin Perum BULOG Kantor Cabang Kediri, Harisun, mengatakan pihaknya masih melakukan penyerapan hasil panen dari sejumlah wilayah sentra produksi, termasuk Kediri dan Nganjuk.
“Hingga saat ini kami masih menyerap hasil panen petani dari wilayah Kediri, Nganjuk dan sekitarnya,” ujar Harisun, Jumat (9/10/2026).
Penyerapan tersebut menjadi bagian dari upaya BULOG mendukung petani sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah. Melalui pengadaan di tingkat daerah, hasil panen diharapkan dapat terserap dan masuk ke dalam rantai pengelolaan pangan nasional.
Realisasi BULOG Kediri Tembus 107,87 Persen
Berdasarkan data pengadaan hingga 8 Oktober 2026, BULOG Kediri telah merealisasikan 79.277 ton setara beras dari target 73.489 ton setara beras.
Dengan capaian tersebut, realisasi pengadaan melampaui target sebesar 5.788 ton setara beras atau mencapai 107,87 persen.
Penyerapan hasil panen menjadi salah satu instrumen untuk mendukung keberlanjutan produksi pertanian. Selain membantu penyerapan gabah dan beras petani, pengadaan juga berperan dalam memperkuat persediaan yang dikelola pemerintah untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat.
BULOG Kediri menyatakan kesiapan untuk terus berkontribusi dalam penyerapan hasil panen di wilayah kerjanya. Upaya tersebut dilakukan seiring berlangsungnya kegiatan pengadaan sepanjang 2026.
Pengadaan Beras Nasional Lampaui Target 4 Juta Ton
Capaian BULOG Kediri sejalan dengan realisasi pengadaan beras secara nasional yang juga telah melampaui target pemerintah.
Hingga 8 Oktober 2026, Perum BULOG mencatat pengadaan beras melalui penugasan Public Service Obligation (PSO) mencapai 4.115.014 ton setara beras. Angka tersebut setara dengan 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton.
Berdasarkan data yang disampaikan BULOG, realisasi tersebut menjadi capaian pengadaan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan berdiri.
Jumlah itu melampaui pengadaan pada 2025 yang mencapai 3.191.969 ton setara beras. Capaian sebelumnya tercatat pada 2012 dengan pengadaan sekitar 3,65 juta ton.
Pengadaan dilakukan melalui jaringan BULOG di berbagai daerah sentra produksi dengan melibatkan petani, kelompok tani, mitra penggilingan, serta pemangku kepentingan lainnya.
Optimalisasi jaringan pembelian, kesiapan gudang dan sarana penyimpanan, serta percepatan penyerapan saat panen menjadi bagian dari strategi pengadaan tahun ini.
Perkuat Cadangan Beras Pemerintah
Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan apresiasi kepada jajaran BULOG dan berbagai pihak yang berkontribusi terhadap pencapaian tersebut.
Menurutnya, keberhasilan melampaui target merupakan hasil kerja bersama dalam menyerap hasil panen petani dan memperkuat cadangan pangan pemerintah.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, petani, penyuluh, mitra kerja, serta pihak lain yang terlibat dalam pengadaan pangan.
Capaian pengadaan tersebut memperkuat peran BULOG dalam menjalankan tiga pilar ketahanan pangan, yakni menjaga ketersediaan pangan, mendukung stabilisasi harga di tingkat produsen maupun konsumen, serta mengelola cadangan pangan pemerintah.
BULOG menargetkan penyerapan tetap berlanjut hingga akhir tahun. Dengan pengadaan yang telah melampaui target, penguatan operasional dari hulu hingga hilir diharapkan dapat mendukung ketersediaan beras sekaligus menjaga keberlanjutan penyerapan hasil panen petani. [nm/kun]
Link informasi : Sumber