HUT ke-81 Provinsi Jawa Timur, Cahyo Harjo Dorong Pendidikan dan Kesehatan Merata hingga Pelosok
Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, mendorong pemerataan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial hingga wilayah pelosok pada momentum HUT ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Menurut dia, pembangunan harus inklusif agar peningkatan kualitas hidup tidak hanya terkonsentrasi di kawasan perkotaan, terutama Gerbangkertasusila.
“Jawa Timur adalah provinsi yang sangat besar, tidak hanya dari sisi wilayah, tetapi juga demografis kita yang sangat besar dan plural. Jumlah penduduk yang besar ini sangat strategis karena bisa menjadi aset berharga bagi pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan daerah Provinsi Jawa Timur,” kata Cahyo, Senin (12/10/2026).
Besarnya jumlah penduduk juga meningkatkan kebutuhan layanan publik, mulai dari pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial hingga infrastruktur. Karena itu, Pemprov Jatim perlu memastikan pembangunan berjalan seimbang di seluruh daerah.
“Dengan jumlah penduduk yang besar, tentu dari sisi lain kita memiliki potensi ekonomi yang luar biasa bila dikelola dengan baik. Tetapi ini juga menjadi tugas dan tantangan kita karena kebutuhan layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, maupun infrastruktur, juga semakin tinggi,” ujar Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Jatim ini.
Cahyo mengakui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur terus meningkat dan berada di atas rata-rata nasional. Namun, capaian tersebut masih didominasi kawasan perkotaan sehingga kesenjangan antardaerah perlu menjadi perhatian.
“Harus ada strategi-strategi khusus di sektor peningkatan kualitas pendidikan, penguatan akses layanan kesehatan yang betul-betul merata dan dilaksanakan secara konsisten. Sebab, pekerjaan rumah kita adalah bagaimana capaian yang sudah bagus ini tidak hanya terpusat di perkotaan atau di Gerbangkertasusila,” tegas dia.
Dia juga meminta perhatian lebih bagi kelompok rentan, termasuk lansia, perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas. Akses terhadap pendidikan, pekerjaan, dan layanan publik harus terbuka tanpa diskriminasi.
“Kita harus bisa mengurangi diskriminasi terhadap perempuan dan anak, baik di sektor pendidikan maupun dunia kerja. Kita juga perlu memberikan literasi ekonomi kepada perempuan dan anak agar mereka tidak menjadi korban diskriminasi atau hal-hal yang tidak kita inginkan, seperti perkawinan anak, eksploitasi anak, dan lain sebagainya,” katanya.
Selain layanan sosial, Cahyo mendorong pembangunan kebudayaan berjalan beriringan dengan peningkatan IPM. Pelestarian warisan budaya dan penguatan identitas dinilai penting untuk membentuk karakter generasi muda sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
“Peningkatan IPM ini harus diimbangi dengan pembangunan kebudayaan kita. Di tengah pertumbuhan teknologi dan kemudahan akses informasi, kita juga harus fokus meningkatkan kualitas pembangunan kebudayaan, pelestarian warisan budaya, penguatan identitas nasional, serta partisipasi masyarakat dalam kegiatan budaya,” ujar Ketua DPC Gerindra Kota Surabaya ini.
Cahyo berharap Pemprov Jatim memperkuat program konkret yang terintegrasi dan berkelanjutan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara merata.
“Pada prinsipnya, kami selalu mendorong bagaimana pembangunan Provinsi Jawa Timur harus inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Perlu ada program-program konkret yang betul-betul dirasakan masyarakat, terintegrasi, dan berkelanjutan,” pungkasnya.[asg/ted]
Link informasi : Sumber