Cekcok Keluarga Berujung Berdarah, Kakek di Probolinggo Bacok Cucu

0

Probolinggo (beritajatim.com) – Cekcok di lingkungan keluarga berujung darah di Desa Kedungrejo, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Ares, 73, diduga membacok cucunya sendiri, Rohman Soleh, 32, menggunakan sabit hingga mengenai pelipis. Korban kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Perselisihan yang awalnya melibatkan istri terduga pelaku dan istri korban itu berujung kekerasan. Sang kakek kini telah diamankan di Mapolres Probolinggo, sementara polisi terus mendalami perkara tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (12/10/2026). Kapolsek Bantaran AKP Agus Eko Widodo mengungkapkan, kejadian bermula saat Tima, istri Ares, terlibat cekcok dengan Asifa, istri korban.

Persoalan tersebut kemudian merembet. Asifa mengadukan pertengkaran itu kepada Rohman. Mendengar aduan istrinya, Rohman mendatangi Ares yang saat itu berada di kandang sapi untuk mencari rumput.

Namun, pertemuan keduanya justru memicu ketegangan baru. Menurut Agus, korban sempat melontarkan kata-kata kasar yang membuat Ares naik pitam.

Dalam kondisi emosi, Ares diduga mengayunkan sabit ke arah cucunya satu kali. Senjata tajam itu mengenai pelipis Rohman hingga membuatnya terluka.

“Korban terluka dan dilarikan ke Puskesmas Bantaran untuk mendapat penanganan medis. Kemudian, dirujuk ke RSUD dr. Mohamad Saleh,” kata Agus saat dikonfirmasi pada Sabtu (17/10/2026) petang melalui pesan singkat.

Luka yang dialami Rohman membuatnya harus menjalani perawatan lanjutan di RSUD dr. Mohamad Saleh, Kota Probolinggo. Sementara itu, perkara yang melibatkan dua orang dalam satu keluarga tersebut kini ditangani kepolisian.

Kasi Humas Polres Probolinggo Ipda Widy Purwa Apriyantoro mengatakan, anggota Polsek Bantaran telah menangani kasus dugaan penganiayaan tersebut. Terduga pelaku diamankan ke Mapolres Probolinggo sejak Selasa (13/10/2026). “Sementara terduga pelaku telah kami amankan ke Mapolres Probolinggo sejak Selasa (13/10),” ujarnya.

Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi dan menyita sebilah sabit yang diduga digunakan dalam aksi pembacokan tersebut. Barang bukti itu kini menjadi bagian dari proses penyidikan. “Penyidikan masih berlanjut sesuai peraturan,” tegas Widy.

Polisi masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap rangkaian kejadian secara utuh. Adapun dugaan penganiayaan ini menjadi pengingat bagaimana perselisihan keluarga dapat berujung fatal ketika emosi berujung pada kekerasan. (rap/kun)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.