Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Pecahkan MURI, Bahlil: Anak Muda Teladan Sportivitas
Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menghadiri langsung partai final Turnamen Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak di Lapangan THOR, Surabaya, Minggu (18/10/2026) malam.
Tak sekadar menyaksikan pertandingan, Bahlil juga menyerahkan trofi kepada para juara sekaligus mengapresiasi sportivitas generasi muda melalui kompetisi sepak bola antarpelajar tersebut.
Turnamen yang digelar DPD Partai Golkar Jawa Timur itu mencatatkan prestasi di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Sebanyak 176 tim dengan total 2.640 pemain dan ofisial terlibat dalam kompetisi tersebut, menjadikannya turnamen mini soccer antarpelajar dengan jumlah tim terbanyak yang tercatat di MURI.
Di partai final, SMAN 3 Bojonegoro berhadapan dengan SMAN Ngoro Jombang. SMAN 3 Bojonegoro keluar sebagai juara setelah mengalahkanSMAN Ngoro Jombang 5-2.
Bahlil menilai, turnamen ini bukan sekadar ajang perebutan trofi dan hadiah. Lebih dari itu, kompetisi olahraga dapat menjadi sarana pembentukan karakter, terutama dalam menanamkan nilai sportivitas, kerja sama, kedisiplinan, dan semangat berkompetisi secara sehat.
“Main bola ini sebenarnya filosofinya sederhana. Tapi kalau kita menjiwai, ada proses pertarungan yang fair, ada kesehatan, ada militansi, ada kerja sama,” kata Bahlil di hadapan peserta dan tamu undangan.
Ia kemudian mengaitkan nilai-nilai dalam sepak bola dengan kehidupan politik. Menurutnya, kompetisi harus dijalani dengan kesiapan menerima hasil, baik kemenangan maupun kekalahan. Sikap tersebut dinilai penting untuk membangun budaya politik yang sehat dan tidak semata-mata digerakkan oleh perasaan atau kepentingan pribadi.
“Rata-rata kalau kita berpolitik selalu membawa perasaan. Politik itu fair-fair saja, sama dengan main bola. Menang, ya sudah menang. Kalau kalah, ya sudah kalah. Tunggu pertandingan lagi, baru ikut main untuk merebut kemenangan,” ujarnya.
Bahlil mengingatkan, keinginan meraih kemenangan harus dibarengi perjuangan yang sungguh-sungguh. Seseorang tidak bisa hanya menginginkan hasil akhir tanpa melewati proses dan persaingan yang adil.
“Jangan kalah dalam bermain bola, tapi pengin mendapatkan piala. Kalau pengin mendapatkan piala, berjuanglah sebesar-besarnya untuk memenangkan kompetisi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti besarnya potensi generasi Z dalam menentukan arah masa depan Indonesia. Keterlibatan ratusan tim pelajar dalam turnamen tersebut, menurutnya, menjadi gambaran bahwa anak muda memiliki ruang untuk berkembang melalui kegiatan positif dan kompetitif.
“Bangsa ini ke depan masa depannya tergantung pada adik-adik saya, generasi Gen Z dan generasi di bawah saya. Karena itu, kita berikan aplaus sportivitas kepada mereka semua,” ucap Bahlil.
Dalam kesempatan itu, Bahlil turut menyampaikan apresiasi kepada DPD Partai Golkar Jawa Timur di bawah kepemimpinan Ali Mufthi bersama jajaran panitia, serta Radar yang menjadi mitra penyelenggaraan kegiatan.
Ia berharap turnamen tersebut tidak berhenti pada satu penyelenggaraan. Menurutnya, pembinaan generasi muda melalui olahraga perlu dilanjutkan karena memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan sekaligus belajar menghormati lawan.
Bahlil bahkan melontarkan kritik kepada kalangan senior yang dinilainya masih perlu belajar menerima hasil kompetisi secara sportif. Ia meminta agar generasi muda tidak hanya ditempatkan sebagai objek pembinaan, tetapi juga diberi kesempatan menjadi teladan.
“Kalau para seniornya enggak bisa sportif, biarlah anak-anak dan junior-junior yang mengajari kita untuk sportif,” katanya.
Ia mengibaratkan sikap tidak sportif dalam politik dengan seseorang yang baru ingin menjadi kapten kesebelasan setelah pertandingan berakhir. Menurutnya, sikap semacam itu mencerminkan ketidakmampuan menghormati proses dan hasil kompetisi.
“Jangan pengin menjadi kapten kesebelasan kalau pertandingan sudah selesai. Ini rata-rata kita enggak sportif di situ,” ujar Bahlil.
Ia menegaskan, olahraga dapat menjadi ruang pembelajaran bersama, termasuk bagi para politikus yang lebih senior. Nilai kejujuran, penghormatan terhadap aturan, dan kesiapan menerima kekalahan semestinya diterapkan dalam kehidupan politik maupun kehidupan sehari-hari.
Bahlil mengaku menyempatkan diri hadir meskipun sebelumnya memiliki agenda rapat. Ia mengatakan, kehadirannya merupakan bentuk komitmen terhadap janji sekaligus perhatian kepada generasi muda.
“Tadi saya hampir tidak bisa hadir karena ada rapat, tapi karena saya sudah janji sama Pak Ali dan saya sangat cinta sama adik-adik saya generasi di bawah saya, Gen Z khususnya,” ungkapnya.
Apresiasi terhadap penyelenggaraan turnamen juga datang dari Museum Rekor Dunia Indonesia. Representatif MURI Sri Widayati menyerahkan piagam penghargaan kepada Bahlil sebagai bukti pencatatan rekor turnamen mini soccer antarpelajar dengan jumlah tim terbanyak.
Sri menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan 176 tim dengan total 2.640 pemain dan ofisial. Jumlah itu menjadi dasar penetapan rekor MURI bagi turnamen bertajuk Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak.
“Turnamen mini soccer terbesar dengan peserta terbanyak yang belum pernah ada sebelumnya. Sehingga kita patut bangga kepada Partai Golkar yang mempunyai kepedulian tinggi terhadap pembinaan prestasi anak muda,” kata Sri.
Menurutnya, turnamen ini tidak hanya menonjolkan besarnya jumlah peserta, tetapi juga mendorong pelajar membangun solidaritas dan bekerja sama untuk mencapai prestasi.
“Melalui turnamen ini, para peserta dilatih untuk membangun dan menjaga solidaritas untuk bersama-sama mencapai puncak prestasi,” ujarnya.
Mewakili Ketua Umum MURI Jaya Suprana, Sri secara resmi mengumumkan pengesahan rekor tersebut. Piagam penghargaan kemudian diberikan kepada pemrakarsa dan penyelenggara sebagai bukti pencapaian yang telah dibukukan.
Pencatatan rekor ini menjadi salah satu capaian utama turnamen yang mempertemukan ratusan tim pelajar dari berbagai zona. Selain memberi ruang kompetisi bagi siswa SMA, kegiatan tersebut juga memperlihatkan bagaimana olahraga dapat digunakan sebagai sarana pembinaan karakter dan pengembangan potensi generasi muda.
Turnamen Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak menyediakan total hadiah Rp188,5 juta. Sebagian hadiah, yakni Rp62 juta, diperebutkan pada babak Grand Champions.
Untuk kategori juara utama, panitia menyiapkan hadiah Rp20 juta bagi juara pertama, Rp15 juta untuk juara kedua, Rp10 juta bagi juara ketiga, dan Rp5 juta untuk juara keempat.
Besarnya hadiah menjadi daya tarik kompetisi, tetapi pesan yang ditekankan Bahlil dalam penutupan turnamen lebih jauh dari sekadar kemenangan. Ia ingin para peserta membawa pengalaman bertanding ke kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga sportivitas, menghargai proses, dan menerima hasil dengan lapang dada.
Melalui turnamen ini, Golkar Jawa Timur berharap pembinaan generasi muda lewat olahraga dapat terus berlanjut. Di tengah persaingan yang semakin ketat, nilai-nilai yang dipelajari di lapangan diharapkan menjadi bekal bagi para pelajar untuk tumbuh sebagai generasi yang disiplin, tangguh, dan mampu berkompetisi secara sehat. (tok/aje)
Link informasi : Sumber