Kemarau Panjang, Warga Tegalombo Pacitan Gelar Salat Istisqa untuk Memohon Hujan

0

Ringkasan Berita:

  • Ratusan warga Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, menggelar salat istisqa di persawahan Bengkok Kidul Kali, Desa Tegalombo.
  • Salat istisqa dilakukan sebagai ikhtiar memohon hujan di tengah kemarau yang berdampak pada lahan pertanian dan kebutuhan air masyarakat.
  • Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah kecamatan, KUA, NU, tokoh masyarakat, dan warga yang sebagian membawa hewan ternak.
  • Berdasarkan informasi BPBD Pacitan, sedikitnya 73 desa telah mengajukan bantuan air bersih akibat kekeringan.

Pacitan (beritajatim.com) – Hamparan sawah yang mengering menjadi tempat ratusan warga Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, menggelar salat istisqa untuk memohon turunnya hujan. Di tengah kemarau panjang, warga berkumpul di persawahan Bengkok Kidul Kali, Desa Tegalombo, untuk berdoa agar hujan segera turun dan kekeringan yang berdampak pada pertanian serta kebutuhan air masyarakat dapat teratasi.

Dengan khusyuk, jamaah menunaikan salat dan memanjatkan doa. Sejumlah warga juga membawa hewan ternak, termasuk kambing, dalam kegiatan yang melibatkan pemerintah kecamatan, Kantor Urusan Agama (KUA), Nahdlatul Ulama (NU), tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tegalombo, Aswin Rikha Wijaya, mengatakan salat istisqa tersebut merupakan ikhtiar bersama untuk memohon hujan. Pemilihan lokasi di persawahan juga dimaksudkan agar kondisi lahan yang terdampak kekeringan dapat dilihat secara langsung.

“Salat istisqa di Kecamatan Tegalombo ini mungkin agak unik karena kami melaksanakannya langsung di sawah. Jadi, kami bisa melihat langsung kondisi yang ada, yang pada intinya semuanya kering,” kata Aswin, Selasa (20/10/2026).

Dia berharap hujan segera turun, khususnya di wilayah Tegalombo, sehingga kekeringan yang berdampak pada lahan pertanian dan kebutuhan air masyarakat dapat segera teratasi.

Kondisi kekeringan di Pacitan juga tercermin dari banyaknya desa yang mengajukan bantuan air bersih. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, sedikitnya 73 desa telah mengajukan dropping air bersih akibat kekeringan.

Jumlah tersebut tersebar di wilayah Kabupaten Pacitan yang memiliki 172 desa dan lima kelurahan. Pengajuan bantuan itu menunjukkan kebutuhan pasokan air bersih di tengah kemarau masih menjadi persoalan bagi masyarakat di sejumlah wilayah. [tri/beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.