Ning Ita Soroti Capaian Ekonomi 6,05 Persen dalam Doa Kebangsaan Bersama Polres Mojokerto Kota

0

Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto yang mencapai 6,05 persen saat menghadiri doa kebangsaan bersama Polres Mojokerto Kota dalam rangka memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Kegiatan yang digelar di Masjid Darul Amanah, Balai Kota Mojokerto, Selasa (20/10/2026) tersebut menjadi momentum untuk mendoakan kepemimpinan nasional sekaligus memperkuat persatuan, toleransi, dan sinergi dalam membangun bangsa.

Ning Ita (sapaan akrab, red) menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto sebesar 6,05 persen telah melampaui capaian di tingkat provinsi maupun nasional.

Ning Ita juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan di bidang kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat. Di bidang kesehatan, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto terus memperkuat akses pelayanan melalui program Universal Health Coverage (UHC) yang telah berjalan selama tujuh tahun.

“Sementara itu, pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Mojokerto juga telah melampaui 100 persen dari target yang ditetapkan. Adapun program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau sekitar 82 persen sasaran di Kota Mojokerto, meliputi anak-anak, ibu hamil, balita, hingga lansia,” ungkapnya.

Pelaksanaan program tersebut didukung 12 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah berdiri dan beroperasi di wilayah Kota Mojokerto. Ning Ita menilai, capaian pembangunan tersebut perlu disampaikan secara proporsional agar masyarakat mendapatkan gambaran yang utuh mengenai perkembangan daerah maupun nasional.

“Penyampaian informasi yang berimbang juga penting untuk menjaga ruang publik tetap sehat serta mencegah beredarnya informasi yang berpotensi menimbulkan fitnah. Capaian yang positif juga harus bisa didengar masyarakat secara positif. Kita ingin Indonesia dengan segala pluralismenya tetap mengedepankan toleransi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita juga mengajak seluruh unsur pemerintahan untuk memperkuat kebersamaan dan gotong royong. Ia mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Pemkot Mojokerto dan Polres Mojokerto Kota dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Jika semuanya rukun dan bergotong royong, insyaallah kita yang bertugas di daerah juga akan lebih nyaman dalam menjalankan tugas masing-masing. Kita semua di sini adalah pelayan masyarakat, abdi bangsa, dan abdi negara. Kalau semua tugas dijalankan dengan kekompakan dan kegotongroyongan, insyaallah akan lebih mudah menuju satu tujuan, yaitu demi masyarakat Kota Mojokerto,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Dody Munandar menegaskan bahwa kekuatan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemajuan pembangunan dan pertahanan, tetapi juga persatuan, kerukunan, serta komitmen masyarakat dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Ia menyebut, upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab TNI dan Polri, melainkan tanggung jawab kita bersama. Semoga melalui doa kebangsaan ini, kita dapat mendoakan para pemimpin agar mampu menjalankan amanah dengan baik demi kemajuan bangsa dan negara,” tambahnya.

Melalui doa kebangsaan tersebut, Pemkot Mojokerto dan Polres Mojokerto Kota berharap persatuan, toleransi, serta sinergi lintas instansi semakin kuat demi menciptakan suasana yang aman dan kondusif. Doa kebangsaan juga dihadiri Wakil Wali (Wawali) Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi, Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo.

Ketua Pengurus Cabang Nadhatul Ulama (PCNU) Kota Mojokerto KH Muhammad Shodikin Marzuqan, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Azhar Gus Abdul Hamid, serta jajaran perangkat daerah dan pejabat utana (PJU) Polres Mojokerto Kota. [tin/ted]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.