Kemdiktisaintek Bakal Tingkatkan Pendanaan Riset Kebencanaan
Jember (beritajatim.com) – Banyaknya bencana yang terjadi di Indonesia membuat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) akan meningkatkan pendanaan riset kebencanaan di perguruan tinggi.
“Terkait dengan riset untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada, tentu memang kita dukung dan kita memang memberikan pembiayaan untuk penyelesaian masalah di masyarakat,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Junaidi Khotib, usai acara seminar di Institut Teknologi dan Sains Mandala di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (21/10/2026).
Kemdiktisaintek mempunyai beberapa skema terkait dengan penelitian. “Perguruan tinggi itu bisa mengajukan penelitian dalam durasi waktu tertentu dan setelah direview akan mendapatkan pendanaan,” kata Junaidi.
Junaidi menambahkan, setiap tahun pemerintah mendanai 17 ribu penelitian, termasuk soal kebencanaan. Ia memastikan pembiayaan penelitian soal kebencanaan akan ditingkatkan. “Kebencanaan ini sebenarnya menjadi salah satu peta jalan di dalam penelitian, sehingga itu memang harus menjadi bagian yang kita harus dapatkan akar masalah dan penyelesaiannya,” katanya.
Pemerintah juga memiliki program yang melibatkan mahasiswa. “Bagaimana mahasiswa turut terlibat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada. Kebencanaan yang di Sumatra, Nusa Tenggara, dan Kalimantan itu menjadi fokus,” kata Junaidi.
“Outputnya adalah pendampingan pada masyarakat, dan perubahan perilaku masyarakat. Dengan demikian, upaya-upaya pencegahan akan lebih bisa dilakukan. Tapi kalau riset itu adalah (meneliti) akar masalah timbulnya kebencanaan,” kata Junaidi.
Program ‘Mahasiswa Berdampak’ ini berbeda dengan Kuliah Kerja Nyara (KKN). “Kalau KKN memang ada program tersendiri yang masuk ke dalam kurikulum, yang masing-masing perguruan tinggi tentu akan memberikan tema-tema khusus, yang biasanya kita sebut dengan KKN tematik. Sesuai dengan kebutuhan dari daerah di mana perguruan tinggi tersebut berada,” kata Junaidi. [wir/aje]
Link informasi : Sumber