HUT ke-81 PGRI, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati Tekankan Sekolah Bebas Kekerasan

0

Ringkasan Berita

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan pentingnya keteladanan guru dalam membentuk karakter peserta didik.

Guru diajak memperkuat solidaritas, berbagi pengalaman, dan terbuka terhadap perkembangan dunia pendidikan.

Pemkot Kediri mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.

Doa bersama HUT ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional digelar di empat lokasi sesuai agama masing-masing.

HUT ke-81 PGRI, Vinanda Prameswati Tekankan Sekolah Bebas Kekerasan

Kediri (beritajatim.com) — Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan pentingnya keteladanan guru dan penciptaan lingkungan pendidikan yang aman serta bebas kekerasan dalam membentuk generasi berkualitas. Pesan tersebut disampaikan saat memberikan arahan dalam doa bersama memperingati HUT ke-81 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional di SMPN 2 Kota Kediri, Jumat (23/10/2026).

Wali Kota yang juga dikenal sebagai Ibunda Guru Kota Kediri itu menyampaikan bahwa peran guru tidak sebatas menyampaikan ilmu pengetahuan. Guru juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter peserta didik melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah perkembangan teknologi dan beragamnya karakter anak, nilai kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, serta sikap saling menghargai tetap membutuhkan bimbingan dari para pendidik.

Sejalan dengan tema “Solidaritas Guru Berkualitas Menuju Indonesia Unggul dan Berdaulat”, Vinanda mengajak para guru memperkuat kebersamaan melalui berbagi pengalaman, saling membantu, dan terbuka terhadap perkembangan serta inovasi dalam dunia pendidikan.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kediri ingin terus mendengarkan masukan dan kebutuhan para guru agar kebijakan pendidikan dapat semakin sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Saya juga memahami bahwa di tengah tugas mendidik, Bapak Ibu guru masih memiliki berbagai tanggung jawab lainnya. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Kediri juga ingin terus mendengarkan masukan dan kebutuhan para guru agar kita bisa bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang semakin baik,” jelasnya.

Cegah Kekerasan di Lingkungan Sekolah

Salah satu perhatian utama yang disampaikan Vinanda adalah pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan, baik antarpeserta didik maupun yang melibatkan tenaga pendidik.

Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi anak untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan membangun kepercayaan diri tanpa rasa takut. Kekerasan di lingkungan pendidikan berisiko menimbulkan trauma yang dapat memengaruhi proses belajar dan perkembangan anak.

“Anak-anak adalah aset bangsa yang harus kita jaga bersama. Mari kita ciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman, jauh dari kekerasan. Jangan sampai tempat yang seharusnya menjadi ruang belajar dan tumbuh kembang anak justru menimbulkan trauma yang berdampak pada masa depan mereka,” tegasnya.

Upaya menciptakan sekolah yang aman membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari guru, tenaga kependidikan, orang tua, hingga pemerintah. Penguatan keteladanan dan komunikasi yang baik diharapkan membantu membangun lingkungan belajar yang menghargai martabat serta hak setiap anak.

Pesan tersebut juga menempatkan pencegahan kekerasan sebagai bagian penting dari peningkatan kualitas pendidikan, bukan sekadar persoalan kedisiplinan di sekolah.

Apresiasi Pengabdian Guru Kota Kediri

Dalam kesempatan tersebut, Vinanda menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para guru atas pengabdian mereka dalam mendidik generasi muda dengan sabar dan tulus.

Ia berharap para pendidik terus menjaga semangat pengabdian, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan memberikan teladan positif bagi peserta didik.

Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi Kota Kediri yang berkualitas, berprestasi, serta mampu berkontribusi bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.

Pemerintah Kota Kediri juga berharap hubungan yang kuat antara pemerintah dan tenaga pendidik dapat mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang semakin baik.

Doa Bersama Digelar di Empat Lokasi

Doa bersama untuk memperingati HUT ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional diselenggarakan di beberapa lokasi sesuai agama masing-masing.

Bagi umat Islam, kegiatan berlangsung di SMPN 2 Kota Kediri. Umat Kristen melaksanakan doa bersama di SMP Swasta Petra, umat Katolik di SMAK Agustinus, sedangkan umat Hindu di SMPN 4 Kota Kediri.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha, Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Kediri Aditya Bagus, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kediri A. Zamroni, Plt. Ketua PGRI Pengurus Kota Kediri Atrup, anggota PGRI se-Kota Kediri, serta para guru.

Melalui momentum peringatan HUT ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional, Pemkot Kediri berharap solidaritas tenaga pendidik semakin kuat. Keteladanan guru, dukungan terhadap kebutuhan pendidik, dan upaya pencegahan kekerasan di sekolah diharapkan berjalan beriringan untuk mewujudkan pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi seluruh peserta didik. [nm/but]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.