Diikuti 396 Atlet, Pemkab Kediri Apresiasi Peserta Kejurprov Woodball Jatim
Ringkasan Berita
- Sebanyak 396 peserta dari 21 kabupaten dan kota mengikuti Kejurprov Woodball Jawa Timur di Kabupaten Kediri.
- Kabupaten Kediri menerjunkan 44 atlet untuk bersaing dalam sejumlah kategori pertandingan.
- KONI Kabupaten Kediri membidik medali, terutama emas nomor double women atau ganda putri, untuk Porprov mendatang.
- Pembinaan atlet usia dini dan pelatihan guru olahraga disiapkan untuk memperluas perkembangan woodball di Kabupaten Kediri.
Kediri (beritajatim.com) – Sebanyak 396 peserta dari 21 kabupaten dan kota meramaikan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Woodball Jawa Timur di halaman belakang Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Sabtu (24/10/2026). Sebagai tuan rumah, Kabupaten Kediri menerjunkan 44 atlet dan membidik prestasi, termasuk medali emas nomor ganda putri pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.
Kejuaraan yang berlangsung sejak Jumat (23/10/2026) tersebut menjadi ajang mengukur kemampuan atlet sekaligus memperkuat pembinaan cabang olahraga woodball di Jawa Timur. Kompetisi ini diikuti peserta dari berbagai kelompok usia, mulai U-12, U-18, hingga senior.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Mohamad Solikin, yang mewakili Bupati Kediri, menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme peserta. Ia menyebut kejuaraan tersebut merupakan Kejurprov Woodball kedua yang digelar di Jawa Timur setelah sebelumnya berlangsung di Kabupaten Tulungagung.
“Mewakili Mas Bupati hari ini saya ditugaskan untuk membuka bersama-sama dengan panitia penyelenggara dari Provinsi Jawa Timur. Ini adalah kejurprov yang kedua untuk woodball,” katanya.
Kabupaten Kediri Terjunkan 44 Atlet
Solikin menilai partisipasi peserta dari 21 kabupaten dan kota menunjukkan tingginya minat terhadap woodball. Menurutnya, antusiasme tersebut juga mendapat apresiasi dari KONI Jawa Timur.
Kabupaten Kediri sendiri mengirimkan 44 atlet untuk bersaing dalam kejuaraan tersebut. Ia berharap para atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menjunjung nilai sportivitas dan persaudaraan.
“Kabupaten Kediri ada 44 atlet. Mudah-mudahan ya ada harapan untuk bisa memperoleh prestasi nanti. Kita berharap begitu. Karena kita ini adalah olahraga yang baru dan kita berharap selain minat kemudian prestasi tapi juga persaudaraan, kemudian sportivitas, karakter-karakter nilai-nilai yang bagus tetap diutamakan,” jelasnya.
Menurut Solikin, perkembangan woodball tidak cukup diukur dari meningkatnya jumlah peserta. Pembinaan yang berkelanjutan juga diperlukan agar minat masyarakat dapat berkembang menjadi prestasi olahraga.
Bidik Emas Ganda Putri untuk Porprov
Ketua KONI Kabupaten Kediri Hakim Rahmadsyah Parnata mengatakan Kejurprov menjadi kesempatan penting untuk mengevaluasi kemampuan atlet sekaligus mematangkan persiapan menghadapi kompetisi berikutnya.
Dari 396 peserta yang mengikuti kejuaraan, Kabupaten Kediri menargetkan raihan medali melalui 44 atlet yang diturunkan. Salah satu nomor yang menjadi andalan untuk Porprov mendatang adalah double women atau ganda putri.
“Untuk ke Porprov kita juga menargetkan medali terutama di medali emas ada di double women. Insyaallah bisa menyumbangkan medali untuk Kabupaten Kediri di Porprov nanti,” katanya.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya KONI Kabupaten Kediri untuk mendorong woodball berkembang sebagai cabang olahraga yang mampu menyumbangkan prestasi daerah.
Selain mempersiapkan atlet untuk kompetisi, KONI juga berencana memperluas pembinaan hingga ke berbagai wilayah di Kabupaten Kediri. Salah satu langkah yang disiapkan adalah berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan untuk menyosialisasikan woodball dan mengadakan pelatihan bagi guru olahraga.
“Jadi, cabang olahraga baru kita fokuskan di pembinaan terutama di usia dini dan kita berkolaborasi juga dengan Dinas Pendidikan untuk sosialisasi, untuk pelatihan-pelatihan dari guru olahraga sehingga pembinaan prestasinya bisa merata di seluruh Kabupaten Kediri,” jelas Hakim.
Pelibatan guru olahraga diharapkan dapat memperkenalkan woodball kepada lebih banyak siswa. Dengan demikian, penjaringan atlet potensial dapat dilakukan sejak usia dini dan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu.
Kategori Usia Muda Perkuat Regenerasi Atlet
Ketua Pelaksana Kejurprov Woodball Jawa Timur Ali Kuncoro mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kediri dan KONI dalam penyelenggaraan kejuaraan tersebut.
Menurutnya, partisipasi 396 peserta dari 21 kontingen menjadi perkembangan positif bagi woodball di Jawa Timur. Beragam kategori yang dipertandingkan, termasuk U-12 dan U-18, juga memberikan ruang bagi atlet muda untuk mengembangkan kemampuan.
Keberadaan kategori usia muda dinilai penting untuk mendukung regenerasi atlet dan memperkuat fondasi pembinaan jangka panjang. Sementara itu, kejuaraan tingkat provinsi memberikan kesempatan bagi para peserta untuk menguji keterampilan, membangun mental bertanding, dan mengukur kesiapan menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.
Ali mengingatkan para atlet agar tetap menjaga sportivitas, baik ketika meraih kemenangan maupun saat belum berhasil memperoleh hasil yang diharapkan.
“Bagi yang menang, saya ucapkan selamat, tetapi jangan jumawa karena perjalanan masih panjang. Bagi yang belum menang, jangan patah arang. Terus berlatih dan tetap jaga sportivitas,” pesannya.
Melalui Kejurprov Woodball Jawa Timur, Kabupaten Kediri diharapkan dapat memanfaatkan momentum sebagai tuan rumah untuk memperkuat pembinaan atlet. Dukungan organisasi olahraga, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan menjadi bagian penting dalam memperluas partisipasi sekaligus menyiapkan atlet yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional. [ADV PKP/nm]
Link informasi : Sumber