Saat Persebaya Tersandung Kaki Sendiri
Persebaya tumbang pada pekan keenam Super League 2026-2027. Di hadapan 2.807 orang yang menyaksikan langsung di Stadion Gelora B. J. Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Persebaya takluk 0-1 dari tuan rumah PSM Makassar, Kamis (22/10/2026). Bukan kekalahannya yang bikin jengkel, tetapi cara Persebaya kalah yang menyesakkan.
Berdasarkan statistik di situs resmi Persebaya, anak-anak asuhan Bernardo Tavares ini menguasai 55 persen permainan dan melancarkan lebih banyak tembakan ke gawang, yakni delapan berbanding lima. Tiga tembakan Persebaya tepat sasaran, sedangkan PSM mencatatkan dua tembakan akurat.
Namun, dengan gaya permainan yang masih tak asyik, Persebaya gagal menghukum PSM. Justru bek tengah Persebaya sendiri, Yuran Fernandes, yang memberikan kemenangan bagi tuan rumah melalui gol bunuh diri pada menit ke-73. Bermaksud mengintersep bola yang dioper ke tengah kotak penalti oleh Lars Veldwijk, sundulan atau sentuhan Yuran malah membuat bola masuk ke gawang Persebaya sendiri yang dijaga Reza Arya.
Lebih menyesakkan lagi, pemain Persebaya sendiri yang membuang peluang untuk menyamakan kedudukan pada menit terakhir pertandingan. Wasit Yudi Nurcahya menunjuk titik putih setelah bek tengah Agung Mannan, yang baru masuk ke lapangan pada menit ke-87, melakukan pelanggaran.
Dengan kualitasnya, mengeksekusi penalti seharusnya bukan hal sulit bagi Alex Martins. Waktu menunjukkan menit ke-90+9. Persebaya akan mempertahankan rekor tak terkalahkan jika pemain asal Brasil berusia 33 tahun itu bisa melesakkan bola ke gawang Ardiansyah.
Namun, entah apa yang ada di benak Alex. Bola eksekusinya terlalu lemah dan bisa ditepis Ardiansyah. Wasit memerintahkan eksekusi penalti diulang karena Ardiansyah bergerak meninggalkan garis gawang lebih dulu. Namun, lagi-lagi Alex Martins menempatkan bola di sudut yang sama dengan kekuatan tendangan yang sama lemahnya dengan tendangan pertama.
Kegagalan mengeksekusi penalti dua kali ini melengkapi kesialan Alex Martins sore itu. Sebelumnya, pada menit ke-62, dia gagal menambah rekening golnya setelah bola yang ditendangnya mengenai tiang gawang PSM.
Francisco Rivera, gelandang kreatif asal Meksiko, menilai pertandingan tersebut perlu menjadi bahan evaluasi agar Persebaya dapat tampil lebih baik pada laga selanjutnya.
“Kami harus menerima hasil ini dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi,” katanya sebagaimana dilansir situs resmi Persebaya.
“Kami tidak bisa lagi mengubah apa yang sudah terjadi dalam pertandingan ini. Yang bisa kami lakukan adalah mengevaluasi kekurangan dan berusaha tampil lebih baik pada laga selanjutnya,” kata Tavares.
Masalahnya, evaluasi seperti apa yang dibutuhkan setelah liga berjalan enam pertandingan? Persebaya adalah anomali. Banyak yang bertanya-tanya: bagaimana mungkin sebuah tim yang berhasil memenangi Piala Presiden hanya beberapa pekan sebelum kompetisi dimulai bisa menunjukkan penurunan tren permainan yang drastis?
Tidak ada alasan bagi Persebaya untuk menunjukkan tren permainan yang lebih buruk daripada saat turnamen Piala Presiden. Pelatih Bernardo Tavares menyebut terkadang ada pertandingan yang segala sesuatunya tidak berjalan sesuai harapan. Ia menilai hari ini Persebaya kurang beruntung.
Masalahnya, bukan hanya hari ini Persebaya menunjukkan permainan yang mengecewakan. Kali ini seperti puncak adegan komedi: Persebaya tersandung kaki sendiri. [wir/kun]
Link informasi : Sumber