Penyandang Disabilitas Bisa Naik Gratis di 8 Koridor Trans Jatim

0

Malang (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan layanan Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya. Bersamaan dengan peluncuran tersebut, Pemprov Jatim juga memberikan fasilitas perjalanan gratis bagi penyandang disabilitas di seluruh koridor Trans Jatim.

Program tersebut berlaku di delapan koridor Trans Jatim yang beroperasi di Jawa Timur. Rinciannya, enam koridor di luar Malang Raya dan dua koridor yang melayani wilayah Malang Raya.

Hal itu disampaikan Khofifah saat peresmian Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya yang digelar di Pendopo Panji, Kabupaten Malang pada Jumat (30/10/2026).

Khofifah bilang, fasilitas gratis itu merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses transportasi publik bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

“Hari ini juga kita memberikan pelayanan kepada saudara kita penyandang disabilitas yang akan mengakses Trans Jatim di 8 koridor. Jadi di luar Malang Raya ini ada 6 koridor, di Malang Raya ini ada 2 koridor,” kata Khofifah.

Ia menyebut, saat ini terdapat 166 unit bus Trans Jatim yang dapat dimanfaatkan penyandang disabilitas secara gratis di seluruh koridor tersebut. “Ada 166 unit bus Trans Jatim. Mereka bisa mendapatkan pelayanan Trans Jatim gratis di semua koridor,” ujarnya.

Sementara itu, untuk pengguna umum, tarif Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya ditetapkan sebesar Rp5.000. Adapun mahasiswa, santri, dan pelajar mendapatkan tarif khusus Rp2.500.

Khofifah menjelaskan, layanan Koridor 1 dan Koridor 2 juga telah terhubung. Penumpang yang melanjutkan perjalanan antarkoridor dalam satu tiket dengan durasi tidak lebih dari dua jam tidak dikenakan biaya tambahan untuk perpindahan koridor.

“Kita harapkan transportasi publik ini bisa menguatkan pelayanan publik kepada seluruh masyarakat,” tuturnya.

Orang nomor satu di lingkungan Pemprov Jatim ini mengungkapkan, pengembangan transportasi publik diharapkan dapat membantu mengurangi kemacetan, meningkatkan keamanan perjalanan, serta menjaga ketepatan waktu layanan.

“Harapannya bahwa ini bisa mengurangi kemacetan, menguatkan keamanan, dan ketepatan waktu. Saya rasa salah satu kekuatan Trans Jatim sehingga tepat waktu, aman, terjangkau, dan bisa mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas jika trafik itu tidak diurai,” ungkapnya.

Ia menambahkan, optimalisasi transportasi publik juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi perjalanan sekaligus mengurangi emisi.

“Ini menjadi bagian dari komitmen kita semua bahwa transportasi publik kita maksimalkan untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Jawa Timur atau mereka yang sedang berada di Jawa Timur,” pungkas Khofifah. [yog/suf]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.