Bonek Protes Keras Pelatih dan Manajemen Persebaya usai Debut Imbang Lawan Persijap
Surabaya (beritajatim.com) – Pendukung tim sepak bola Persebaya Surabaya, Bonek-Bonita melakukan protes keras terhadap jajaran pelatih dan manajemen klub kebanggaannya, setelah gagal menang melawan tim dari klasemen dasar, Persijap Jepara, Jumat malam (30/10/2026).
Protes keras dari Bonek-Bonita itu dilakukan dengan cara menghadang akses keluar rombongan kendaraan pelatih dan manajemen di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
Hasil imbang 1-1 sama saat melawan Persijap Jepara, Bonek-Bonita mendesak jajaran kepelatihan untuk segera melakukan evaluasi total taktik permainan, keseriusan materi pemain saat berlaga, hingga menanyakan soal kejelasan alasan pemain asing rekrutan anyar Matheus Lagoa yang hingga saat ini belum pernah dimainkan.
Tanda protes Bonek-Bonita ini sebenarnya sudah terasa sejak laga kandang itu baru saja berakhir. Bonek-Bonita yang biasanya bersemangat menyanyikan Anthem Song For Pride sebagai bentuk apresiasi kepada pemain; malam itu, suasana sakral tersebut mendadak hilang.
Bonek-Bonita yang berada di tribune stadion hanya diam, sebuah tanda protes sarkasme dari mereka, atas penampilan Persebaya yang kurang memuaskan.
Jajaran pemain, pelatih, dan manajemen Persebaya menemui lautan protes suporter yang berada di balik pintu gerbang parkir bus, didampingi langsung oleh pelatih Persebaya Bernardo Tavares.
Pelatih asal Portugal itu menyampaikan, bahwa dirinya menghargai setiap protes dari suporter dan memastikan bahwa timnya selama ini sudah bekerja keras untuk memperoleh hasil terbaik.
“Klub dari pemain ini sudah memenangkan gelar piala presiden tahun ini. Season kemarin membuat 58 poin. Saat ini, tidak ada yang lebih frustrasi daripada kami (pelatih, manajemen, maupun pemain),” ujar Bernardo Tavares kepada Bonek-Bonita.
Tavares turut menyampaikan harapannya agar segenap insan Persebaya dapat terus memberikan dukungan yang terbaik bagi kemajuan timnya saat ini.
Dia bilang, sebagai pelatih dirinya memahami rasa kecewa yang dirasakan oleh suporter, serta menjanjikan akan lebih bekerja keras untuk mendapatkan hasil-hasil yang lebih baik ke depannya.
“Jadi, saya menghormati Anda, dan saya juga meminta agar Anda menghormati kami. Anda berhak merasa kesal kepada kami, kesal kepada saya. Saya memahami hal itu, tetapi tolong hormati kami. Sebab, satu hal yang bisa saya janjikan kepada Anda adalah kerja nyata,” ucap juru taktik Persebaya itu.
Sementara, kapten kesebelasan Francisco Rivera turut menyampaikan bahwa dari hasil pahit pertandingan malam ini, setiap pemain juga merasakan kekecewaan yang sama dengan Bonek-Bonita.
Pemain asal Meksiko itu mengungkapkan, sepulang dari Stadion GBT dirinya bersama rekan-rekan setimnya akan melakukan evaluasi total dan akan mengusahakan yang terbaik di pertandingan berikutnya.
“Setelah ini kami pulang ke rumah, kami akan melakukan evaluasi pertandingan hari ini. Pemain akan berusaha semaksimal mungkin untuk pertandingan berikutnya,” pungkasnya. (rma/ian)
Link informasi : Sumber