Harga Sembako Surabaya Senin 2 November 2026, Cabai Rawit Tembus Rp52 Ribu per Kilogram
SURABAYA (beritajatim.com)– Harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat pada Senin, 2 November 2026, masih bergerak fluktuatif. Beras, minyak goreng, gula pasir, daging ayam, telur, cabai, hingga bawang menunjukkan pergerakan harga yang berbeda.
Komoditas yang patut menjadi perhatian konsumen adalah cabai rawit merah. Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, harga komoditas tersebut mencapai Rp52.880 per kilogram.
Sementara itu, cabai merah keriting tercatat Rp43.987 per kilogram dan cabai merah besar Rp33.750 per kilogram.
Untuk kelompok bumbu dapur, harga bawang merah berada di angka Rp27.822 per kilogram. Adapun bawang putih tercatat Rp28.238 per kilogram.
Pergerakan harga kedua komoditas tersebut berbeda. Bawang merah mengalami penurunan, sedangkan bawang putih justru mengalami kenaikan dibandingkan hari sebelumnya.
Pada kelompok beras, harga beras premium tercatat Rp14.990 per kilogram. Sementara beras medium dijual dengan harga rata-rata Rp12.946 per kilogram.
Harga gula kristal putih atau gula pasir mencapai Rp17.458 per kilogram.
Adapun minyak goreng memiliki variasi harga berdasarkan jenis dan kemasannya. Minyak goreng curah tercatat Rp20.584 per kilogram. Minyak goreng kemasan premium mencapai Rp22.164 per liter, sedangkan kemasan sederhana Rp18.911 per liter.
Untuk produk Minyakita, harga rata-ratanya berada di angka Rp15.805 per liter.
Di kelompok kebutuhan protein hewani, harga daging ayam ras tercatat Rp34.622 per kilogram. Sementara telur ayam ras berada di angka Rp23.490 per kilogram.
Daging ayam ras dan telur ayam menjadi dua komoditas yang banyak dibutuhkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Perubahan harga keduanya berpotensi memengaruhi pengeluaran rumah tangga.
Data Siskaperbapo tersebut merupakan rata-rata harga konsumen di tingkat Provinsi Jawa Timur. Dengan demikian, angka tersebut menjadi acuan untuk memantau perkembangan harga pangan, bukan patokan harga yang seragam di seluruh pasar tradisional Surabaya.
Harga yang dibayarkan konsumen dapat berbeda antara satu pasar dengan pasar lainnya. Kondisi pasokan, permintaan, biaya distribusi, dan aktivitas perdagangan turut memengaruhi harga di tingkat pedagang.
Masyarakat yang berbelanja di pasar tradisional Surabaya disarankan membandingkan harga beberapa pedagang sebelum membeli, terutama untuk komoditas yang mengalami perubahan cukup cepat seperti cabai dan bawang.[aje]
Link informasi : Sumber