Longsor Terjang Dua Kecamatan di Blitar, Satu Rumah Rusak dan Bangunan Lain Terancam
Blitar (beritajatim.com) – Memasuki awal musim hujan, potensi bencana hidrometeorologi di wilayah selatan Kabupaten Blitar mulai menunjukkan ancaman serius. Dalam satu malam, dua peristiwa tanah longsor menerjang dua kecamatan berbeda, yakni Wonotirto dan Panggungrejo, pada Senin (2/11/2026) dini hari.
Peristiwa pertama melanda Dusun Krajan RT 02 RW 01, Desa Ngadipuro, Kecamatan Wonotirto, sekitar pukul 00.30 WIB. Curah hujan tinggi merusakkan talud penahan jalan sepanjang 10 meter dengan ketinggian 4 meter. Ambrolnya talud ini mengancam ketahanan struktur jalan yang menjadi akses vital masyarakat setempat.
Tak berselang lama, sekitar pukul 04.00 WIB, longsor susulan menerjang Dusun Kaligambir RT 02 RW 02, Desa Kaligambir, Kecamatan Panggungrejo. Hujan berintensitas tinggi membuat kondisi tanah tebing di perbukitan setempat menjadi labil hingga akhirnya ambrol dan menimpa kawasan permukiman warga.
Akibat longsor di Panggungrejo tersebut, bagian dapur rumah milik Samirin ambruk dihantam material tanah dengan panjang 8 meter, lebar 5 meter, dan tinggi 5 meter. Selain rumah Samirin, satu unit bangunan milik Supono yang berada persis di dekat titik longsor kini berstatus siaga satu karena berpotensi tergerus longsor susulan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Wahyudi, mengonfirmasi bahwa personel sudah diturunkan ke dua lokasi kejadian untuk penanganan darurat dan pendataan dampak kerusakan.
“Tim assessment BPBD Kabupaten Blitar sudah bergerak cepat di dua lokasi sejak titik awal kejadian. Langkah awal tanggap darurat yang kami lakukan adalah memasang terpal penutup di area tebing dan talud yang longsor guna meminimalisasi pengikisan air jika hujan kembali turun,” ujar Wahyudi pada Senin (2/11/2026).
Wahyudi mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah perbukitan dan lereng tebing Blitar wilayah selatan, untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra selama masa peralihan musim hujan ini.
“Saat ini kondisi cuaca di lokasi terpantau cerah berawan, namun tim BPBD bersama perangkat desa dan warga setempat masih bersiaga serta memantau pergerakan tanah di sekitar area terdampak,” tandasnya. (owi/kun)
Link informasi : Sumber