Imbas Longsoran di Petak Ledokombo–Sempolan Perjalanan KA Tujuan Malang Terdampak
Malang(beritajatim.com) – Longsoran tanah di Km 14+6/7 petak jalan Ledokombo – Sempolan, di wilayah kerja KAI Daop 9 Jember berimbas pada satu perjalanan kereta api (KA) keberangkatan Stasiun Ketapang menuju Stasiun Malang Daop 8.
Perjalanan KA yang mengalami keterlambatan yakni KA Tawangalun relasi Ketapang – Malang, dengan keterlambatan sekitar 258 menit atau 4 jam.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono mengatakan, kondisi longsoran berdampak pada perjalanan kereta api yang melintasi. Dampak gangguan ini dirasakan pelanggan yang menggunakan layanan KA dengan keberangkatan dari Stasiun Ketapang menuju Stasiun Malang.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan perjalanan KA Tawangalun akibat longsoran tanah di wilayah kerja KAI Daop 9 Jember. Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan,” kata Mahendro, Senin, (2/11/2026).
Saat ini dilakukan penanganan dan pengamanan prasarana guna memastikan keselamatan perjalanan kereta api. Daop 8 terus berkoordinasi dengan jajaran Daop 9 untuk memperoleh perkembangan penanganan gangguan di lokasi. Koordinasi untuk mendukung kelancaran penanganan prasarana serta memastikan setiap langkah operasional dilaksanakan sesuai dengan prosedur keselamatan yang berlaku.
“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Namun, keselamatan perjalanan kereta api dan seluruh pelanggan merupakan prioritas utama kami, sehingga setiap gangguan prasarana harus ditangani dengan mengutamakan aspek keselamatan,” ujar Mahendro.
Mahendro menyebut, KAI terus berupaya melakukan berbagai langkah peningkatan pelayanan, termasuk memperkuat kesiapan prasarana, sarana, dan sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai kondisi yang berpotensi memengaruhi operasional perjalanan kereta api.
“Penanganan gangguan prasarana secara tepat dan menyeluruh menjadi langkah penting untuk memastikan perjalanan kereta api dapat berlangsung dengan selamat, aman, dan nyaman,” ujar Mahendro. (luc/ted)
Link informasi : Sumber