Sahabat Tuli Mengaji, Akses Belajar Al-Qur’an Ramah Teman Tuli

0

Surabaya (beritajatim.com) – Setiap orang memiliki kerinduan yang sama untuk mengenal Al-Qur’an dan mempelajari nilai-nilai kebaikan di dalamnya. Namun, bagi para penyandang disabilitas tuli, kesempatan untuk mendapatkan pembelajaran agama yang sesuai dengan kebutuhan komunikasi mereka masih menjadi tantangan tersendiri. Perlu adanya cara efektif yang dapat menjembatani komunikasi teman tuli dalam mempelejari Al-Qur’an. 

Berangkat dari persoalan tersebut, LAZIS PLN Nusantara Power Service bersama Baitulmaal Muamalat (BMM) menghadirkan program Sahabat Tuli Mengaji sebagai upaya membuka ruang belajar keagamaan yang lebih ramah, setara, dan inklusif.

Kegiatan ini bukan sekadar menghadirkan aktivitas pengajian, melainkan menjadi bagian dari ikhtiar untuk memastikan bahwa setiap orang mempunyai kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan keagamaan.

Melalui penguatan Kelompok Pengajian Sahabat Tuli, para peserta mendapatkan ruang untuk saling mengenal, belajar bersama, dan membangun lingkungan yang mendukung kebutuhan mereka. Kehadiran ruang belajar ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan komunitas Tuli untuk memperoleh pengalaman belajar agama yang lebih dekat dengan keseharian mereka.

Dalam pelaksanaannya, pembelajaran dilakukan dengan memperhatikan karakteristik komunikasi Sahabat Tuli. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah Al-Qur’an Isyarat, yang membantu menghubungkan pesan-pesan Al-Qur’an melalui bahasa dan komunikasi visual.

Pendekatan ini menjadi penting karena proses belajar bukan hanya tentang mendengarkan penjelasan, tetapi juga tentang bagaimana pengetahuan dapat diterima, dipahami, dan dimaknai oleh setiap peserta. Dengan metode yang lebih aksesibel, Sahabat Tuli memiliki kesempatan untuk terlibat aktif dalam perjalanan belajar mereka.

Bagi Sahabat Tuli, kesempatan untuk belajar mengaji juga memiliki arti yang mendalam. Ada kebahagiaan ketika dapat memahami materi pembelajaran, ada kepercayaan diri ketika mampu mengikuti proses belajar, serta ada rasa kebersamaan ketika berada di lingkungan yang menerima dan memahami kebutuhan mereka.

Hal-hal sederhana tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ruang keagamaan yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan rasa nyaman, dihargai, dan diterima sebagai bagian dari masyarakat.

Pelaksanaan program ini diharapkan dapat menjadi awal dari tumbuhnya ekosistem pembelajaran Al-Qur’an yang berkelanjutan bagi komunitas tuli. Penguatan kelompok pengajian, peningkatan akses terhadap metode pembelajaran yang sesuai, serta tumbuhnya dukungan dari lingkungan sekitar merupakan bagian penting agar manfaat kegiatan tidak berhenti pada satu momentum.

Dengan adanya ruang belajar yang terus berkembang, sahabat tuli diharapkan semakin memiliki kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan agama, memperkuat kebersamaan, dan berperan aktif dalam kehidupan sosial. (aga)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.