Harga Sembako Jawa Timur 4 November 2026: Cabai Rawit dan Telur Ayam Naik, Bawang Merah Turun

0

SURABAYA (beritajatim.com) – Pergerakan harga kebutuhan pokok di Jawa Timur pada Rabu, 4 November 2026, menunjukkan perubahan yang cukup beragam. Sejumlah komoditas mengalami penurunan, tetapi beberapa bahan pangan justru mengalami kenaikan dan perlu diwaspadai masyarakat.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah yang kini mencapai Rp55.582 per kilogram. Harga tersebut meningkat Rp1.891 dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat Rp53.691 per kilogram.

Telur ayam ras juga mengalami kenaikan cukup besar. Komoditas ini dijual dengan harga rata-rata Rp24.875 per kilogram, naik Rp1.342 dibandingkan posisi sebelumnya sebesar Rp23.533 per kilogram.

Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, kenaikan juga terjadi pada beras medium. Harganya bergerak dari Rp13.011 menjadi Rp13.612 per kilogram.

Sementara itu, harga Minyakita naik Rp271 menjadi Rp16.175 per liter. Minyak goreng kemasan premium juga mengalami kenaikan tipis dari Rp22.021 menjadi Rp22.040 per liter.

Di tengah kenaikan sejumlah komoditas tersebut, masyarakat masih memiliki kabar baik dari beberapa bahan pangan lainnya. Harga bawang merah mengalami penurunan cukup tajam sebesar Rp2.817 menjadi Rp25.000 per kilogram.

Penurunan juga terjadi pada bawang putih yang kini berada di angka Rp26.290 per kilogram. Sehari sebelumnya, komoditas tersebut masih dijual dengan harga rata-rata Rp28.428 per kilogram.

Harga beras premium turut mengalami penurunan Rp463 menjadi Rp14.612 per kilogram. Begitu pula gula kristal putih yang turun Rp388 menjadi Rp17.207 per kilogram.

Untuk kebutuhan minyak goreng, harga curah turun dari Rp20.452 menjadi Rp19.500 per kilogram. Sementara minyak goreng kemasan sederhana mengalami penurunan cukup besar, yakni Rp3.030 menjadi Rp15.800 per liter.

Komoditas protein hewani juga menunjukkan perkembangan berbeda. Harga daging ayam ras turun Rp766 menjadi Rp34.332 per kilogram.

Adapun harga cabai merah besar relatif mengalami penurunan tipis. Dari sebelumnya Rp34.321, kini menjadi Rp34.250 per kilogram.

Harga Sembako Perlu Terus Dipantau

Perubahan harga tersebut memperlihatkan bahwa pergerakan kebutuhan pokok tidak selalu berlangsung seragam. Ketika beberapa komoditas mengalami penurunan, bahan pangan lainnya justru mengalami kenaikan.

Kondisi ini menjadi perhatian masyarakat, terutama rumah tangga yang harus mengatur pengeluaran belanja harian. Kenaikan cabai rawit dan telur ayam, misalnya, dapat memengaruhi anggaran belanja karena keduanya termasuk bahan pangan yang banyak digunakan dalam konsumsi sehari-hari.

Masyarakat yang berbelanja di pasar tradisional Surabaya dan daerah sekitarnya juga perlu memperhatikan perbedaan harga antarpedagang. Harga di tingkat konsumen dapat dipengaruhi lokasi pasar, kualitas barang, ketersediaan pasokan, serta biaya distribusi.

Sejumlah pasar tradisional di Surabaya, seperti Pasar Wonokromo, Pasar Pucang Anom, dan Pasar Tambahrejo, menjadi lokasi aktivitas perdagangan berbagai kebutuhan rumah tangga.

Karena data Siskaperbapo yang digunakan merupakan rata-rata tingkat Provinsi Jawa Timur, harga transaksi di masing-masing pasar Surabaya maupun daerah penyangga seperti Sidoarjo dan Gresik dapat berbeda.

Dengan demikian, pemantauan harga secara berkala tetap diperlukan agar masyarakat dapat menyesuaikan kebutuhan belanja sekaligus mengantisipasi perubahan harga bahan pokok. [aje]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.