GENTONG Tuban 2026 Meriahkan Hari Jadi ke-733, 21 Kelompok Tongklek Tampilkan Kreativitas Seni Tradisional
Ringkasan Berita
- GENTONG Tuban 2026 berlangsung meriah dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Tuban ke-733, dengan rute pertunjukan dimulai dari Jalan RA Kartini hingga Jalan Sunan Kalijaga.
- Sebanyak 21 kelompok seni Tongklek berpartisipasi dengan menampilkan kreativitas musik, aransemen, dan atraksi yang disaksikan antusias oleh masyarakat.
- Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky mendorong pelestarian Tongklek melalui penyelenggaraan GENTONG secara rutin sebagai wadah kreativitas seniman dan penguatan budaya lokal.
Tuban (beritajatim.com) – Gelaran Gema Nada Tongklek (GENTONG) Tuban 2026 berlangsung meriah dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Tuban ke-733. Sebanyak 21 kelompok seni Tongklek ambil bagian dalam kegiatan yang digelar pada Sabtu (7/11/2026) malam hingga Minggu dini hari.
Mengambil titik start di Jalan RA Kartini, tepat di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Tuban, para peserta bergerak menyusuri sejumlah ruas jalan utama, mulai dari Jalan Veteran, Jalan Basuki Rahmad, hingga Jalan Sunan Kalijaga.
Sepanjang rute yang dilalui, antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Warga berjejer di tepi jalan untuk menyaksikan penampilan masing-masing kelompok yang menyuguhkan kreativitas musik, aransemen, serta atraksi khas Tongklek. Beragam penampilan tersebut menghadirkan suasana semarak sekaligus menjadi hiburan bagi masyarakat dalam momentum peringatan Hari Jadi Tuban.
Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, mengapresiasi antusiasme para peserta dan masyarakat yang turut menyukseskan penyelenggaraan GENTONG 2026. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah positif untuk memberikan ruang ekspresi sekaligus mengembangkan potensi para pegiat seni Tongklek di Kabupaten Tuban.
“Kegiatan ini bisa terus dilaksanakan secara rutin, sehingga menjadi agenda budaya yang memberikan ruang bagi para pegiat dan seniman Tongklek di Tuban untuk berekspresi, berkreasi, dan terus berkarya,” ungkap Mas Lindra, sapaan Bupati Tuban, Minggu (8/11/2026).
Mas Lindra berharap kesenian tradisional Tongklek semakin dikenal dan diminati masyarakat, khususnya generasi muda. Dengan begitu, tradisi yang telah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat dapat terus dilestarikan sekaligus dikembangkan mengikuti perkembangan zaman. “Ada 21 kelompok yang tampil dalam GENTONG 2026 ini,” imbuhnya.
Adapun 21 kelompok yang tampil dalam GENTONG Tuban 2026 meliputi Ki Darmagati, Prabu Kencono, Kali Dingklik, New Revolusi Budoyo, Putro Mbuyut Qori’, Laras Mudho, Somboroyo, Rondho Jepang, Aji Laras, Bodronoyo, Laskar Baladewa, Putra Bima, PMB Reborn, Kartikasura, Ki Mulyo Raharjo, Mocca Reborn, NDS Putro Joyo, Keraton Luwuk, Panji Nada, Asmorondono Budoyo, dan Putra KD.
Lebih lanjut, Bupati Tuban menjelaskan bahwa Tongklek merupakan kesenian musik tradisional khas Tuban yang identik dengan tabuhan kentongan, terutama saat bulan Ramadan. Namun, seiring perkembangan zaman, kesenian ini mengalami inovasi dengan memadukan instrumen tradisional dan modern sehingga menghasilkan beragam aransemen musik yang semakin kreatif.
Perkembangan tersebut menjadi salah satu bentuk adaptasi seni tradisional agar tetap relevan dan menarik bagi berbagai kalangan, termasuk generasi muda. Melalui kegiatan GENTONG, para seniman juga mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas.
“Kami berharap GENTONG 2026 menjadi momentum perayaan, tetapi juga ruang untuk merawat tradisi, memperkuat kebersamaan, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap seni budaya lokal,” pungkasnya.
Penyelenggaraan GENTONG Tuban 2026 tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan peringatan Hari Jadi Kabupaten Tuban ke-733, tetapi juga menjadi upaya memperkuat pelestarian kesenian tradisional.
Antusiasme masyarakat dan keterlibatan puluhan kelompok seni diharapkan dapat mendorong Tongklek terus berkembang sebagai salah satu identitas budaya yang membanggakan Kabupaten Tuban. [dya/suf]
Link informasi : Sumber