Kunjungan Buyers Jepang ke UMKM Jatim

0

Surabaya (beritajatim.com) – “Sugoi! Keren!” ujar Shimura, buyer dari Bond Shoji, ketika melihat produk-produk UD Jati Rezeki langsung ke Ngawi, Jawa Timur (Jatim). Kehalusan finishing produk dan desainnya yang elegan membuatnya terkesan.

“Produk ini sangat cocok untuk pasar Jepang. Keasliannya dan kualitas bahan yang digunakan menjadikannya pilihan yang sempurna,” tambahnya.

Memperkenalkan produk-produk UMKM Jatim lebih lanjut, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jepang yang diwakili oleh Atase Perdagangan RI Tokyo, Merry Astrid Indriasari menghadirkan tiga buyer Jepang yang bergerak di bidang gardening dan furniture ke Jatim. Difasilitasi oleh Bank UMKM Jatim dan kolaborasi dengan Kementerian Perdagangan dalam hal ini Atase Perdagangan Republik Indonesia di Tokyo, mereka adalah Shimura dan Kanbe dari Bond Shoji Co. Ltd, serta Hiroshi Adachi dari Actbureau Co., Ltd.

Tiga pengusaha Jepang ini mengunjungi Jatim pada tanggal 3-5 Desember 2024. Para buyer ini datang untuk melakukan business matching dan melihat langsung potensi produk-produk UMKM Jatim, yang difasilitasi oleh Bank UMKM Jatim. Hiroshi Adachi, buyer dari Actbureau Co., Ltd., yang bergerak di bidang furniture dan home design, menjelaskan bahwa ia datang ke Jatim untuk mencari produk furniture dan home décor yang lebih otentik dan segar.

Selama ini, ekspor produk home décor dari Indonesia cenderung berasal dari Bali, sehingga ia ingin mencari pilihan lain yang lebih unik dan sesuai dengan kebutuhan pasar Jepang. Menurut Hiroshi, pasar Jepang membutuhkan desain furniture yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki unsur estetika dan keaslian yang tinggi.

“Kami ingin menemukan ide furniture yang baru dan lebih segar. Di Jepang, kami sangat menghargai produk yang memiliki cerita, memiliki sentuhan tradisional, tetapi tetap modern. Itu yang kami cari di Jawa Timur,” ujar Hiroshi.

Setelah melakukan business matching di Export Center Surabaya, mereka mengunjungi Bobupot, sebuah usaha mikro yang berbasis di Surabaya. Bobupot memproduksi pot bunga berbahan dasar sekam dan materi organik lainnya, yang menarik perhatian pasar Jepang karena memiliki nilai ekologis tinggi.

Setelah mengunjungi Bobupot, para buyer melanjutkan perjalanan ke Ngawi, untuk melihat produk dari UD Jati Rezeki, salah satu mitra binaan Bank UMKM Jatim. UD Jati Rezeki memproduksi berbagai macam home décor kayu jati dan mengolah limbah akar jati dan diproses menjadi perabotan seperti meja, kursi, pot kayu, piring, dan hiasan dinding.

Foto BeritaJatim.com
Buyers Jepang melihat produk furniture UD Jati Rezeki, mitra binaan Bank UMKM Jatim di Ngawi.

Produk UD Jati Rezeki telah berhasil menembus pasar Eropa, termasuk Belanda. Efi Syarifatun, pendiri UD Jati Rezeki, menjelaskan bahwa ia memanfaatkan kayu jati sebagai bahan baku utama, yang dikenal memiliki ketahanan dan keindahan alami. Selain itu, produk-produk mereka tetap mempertahankan keaslian guratan kayu yang dipelitur dengan rapi, menjadikannya sangat diminati oleh pasar internasional.

“Kami fokus pada inovasi sambil tetap mempertahankan sentuhan tradisional. Ternyata ide ini diminati oleh pelanggan,” kata Efi.

Setelah mengunjungi UD Jati Rezeki, para buyer juga berkesempatan untuk melihat produk dari UD Amalia Rastik di Ngawi. UD Amalia Rastik, yang didirikan oleh Jari, memproduksi furniture kayu jati yang sudah diekspor ke Eropa, termasuk Jerman. Produk mereka meliputi berbagai jenis furniture, mulai dari meja, kursi, hingga rak kayu dengan desain yang menggabungkan tradisional dan modern.

Para buyer mengapresiasi produk-produk dari kedua UMKM ini karena kualitasnya yang tinggi serta desainnya yang unik. “Kami sangat tertarik dengan kualitas furniture yang mereka hasilkan. Keaslian kayu jati yang dipadukan dengan desain yang elegan dan fungsional membuat produk ini sangat menarik bagi pasar kami,” kata Hiroshi Adachi.

Mendorong UMKM Jawa Timur Melalui Kolaborasi dan Ekspor

Peluang besar untuk UMKM Jatim semakin terbuka lebar dengan adanya kerja sama antara Bank UMKM Jatim dan KBRI Tokyo. Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang melibatkan Bank UMKM Jatim dengan KBRI Tokyo bertujuan untuk membuka jalur ekspor produk-produk UKM Jatim. Diharapkan kerja sama ini tidak hanya memberi peluang bagi UMKM di Jatim untuk mengekspor produk mereka, tetapi juga meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Plt Direktur Utama Bank UMKM Jatim, Irwan Eka Wijaya, menegaskan Bank UMKM Jatim berkomitmen untuk membuka peluang ekspor yang lebih luas bagi pelaku UMKM di Jatim. Bank UMKM Jatim tidak hanya memberikan dukungan dalam bentuk permodalan, tetapi juga dalam pembinaan pengelolaan keuangan, serta mempertemukan UMKM dengan pasar domestik dan internasional.

Foto BeritaJatim.com
Produk UD Jati Rezeki Ngawi.

“Kami ingin memastikan bahwa produk UMKM Jatim tidak hanya dikenal di pasar domestik, tetapi juga memiliki daya saing di pasar global, khususnya Jepang. Kami siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu UMKM naik kelas,” kata Irwan kepada beritajatim.com, Rabu (11/12/2024).

Bank UMKM Jatim mendampingi ketiga buyer Jepang ini dengan tujuan untuk memfasilitasi pencocokan antara produk-produk UMKM lokal dengan kebutuhan pasar internasional. Sekaligus memberikan dorongan bagi UMKM Jatim agar dapat meningkatkan kualitas dan kapasitas ekspor mereka.

Sejatinya, pendampingan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Nota Kesepahaman antara Bank UMKM Jatim dan KBRI Tokyo, yang fokus pada kerja sama promosi dan ekspor produk-produk UMKM dari Jawa Timur ke pasar Jepang. Merry Astrid Indriasari, Atase Perdagangan KBRI Tokyo, menjelaskan kunjungan tiga buyer merupakan langkah strategis dalam mendorong ekspor produk UMKM Jatim ke pasar Jepang.

“Kami ingin memperkenalkan produk-produk lokal Indonesia yang otentik dan berkualitas tinggi ke pasar Jepang. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menjembatani UMKM Jawa Timur dengan pasar Jepang yang sangat potensial,” ujar Merry.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, Bank UMKM Jatim, dan pelaku UMKM lokal, diharapkan semakin banyak produk UMKM Jatim yang dapat bersaing di pasar internasional, khususnya di Jepang. Tentu saja, ini tidak hanya akan meningkatkan daya saing ekonomi lokal, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM untuk mengembangkan bisnis mereka ke pasar global yang lebih luas. [beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.