Cita Rasa Khas yang Menggoyang Lidah

0

Surabaya (beritajatim.com) – Sepak bola dan lumpia menjadi elemen yang wajib dinikmati ketika nonton pertandingan sepak bola ke Stadion.

Tapi dibalik viralnumya lumpia yang dijual di seluruh stadion inilah sosok pembuat lumpia yang kini memiliki 33 distributor di Surabaya hingga di Yogjakarta.

Kasmono dan Sukarsipah pasangan suami istri asal Kampung Lumpia, di Jalan Ngaglik Gang Kuburan Surabaya ini adalah pendiri Kampung Lumpia Surabaya. Geliat produksi lumpia bisa dijumpai di sejumlah rumah di kampung itu

“”Semuanya diproduksi fresh, mulai dari kulit lumpia, terus diisi pakai wortel dan tauge, sampai digoreng. Bumbu atau sausnya juga buat sendiri,” ujar Sukarsipah, pemilik usaha, Selasa (17/12/2024).

Dalam satu hari Kasno bersama 30 orang pegawainya selalu memproduksi 7 ribu biji lumpia untuk didistribusikan kepada puluhan tengkulak yang setiap pagi selalu datang ke lokasi pembuatan.

Bahkan yang menarik jika ada pertandinggan sepak bola atau akhir pekan Kusno dan istri bisa memproduksi hingga 10 ribu lebih lumpia.

“Kalau hari biasa produksi dari jam 03.00 WIB-12.00 WIB. Kalau Minggu mulai jam 12.00 WIB-02.00 WIB. Kalau Minggu semakin banyak produksinya. Karena kita bukan hanya melayani tengkulak yang membeli jumlah besar namun kita juga melawani pembeli eceran dan khusua oleh-oleh” ungkapnya.

Sukarsipah mengungkapkan bahwa Kampung Lumpia ini berdiri sejak 2005. “Kan dekat lokasinya dengan 10 November, awalnya buat 500 biji kalau ada pertandingan. Lama-lama terus bertambah, buka jualan pakai gerobak juga. Bahkan sampai jualan ke luar kota kalau ada pertandingan, kayak di Stadion Manahan Solo,” ungkapnya.

Hingga akhirnya pada 2005 dia mengajak masyarakat sekitar untuk terlibat dalam produksi lumpia. “Saya senang bisa memberdayakan para tetangganya untuk bisa turut menikmati cuan dari hasil penjualan lumpia yang mereka buat. Akhirnya ada beberapa yang kerja ikut saya. Ada yang buka usaha sendiri juga. Saya ikut senang,” ujarnya.

Ukuran lumpianya pun cukup jumbo dibanding yang lain, dengan varian isi seperti kecamba atau tauge, parutan wortel dengan bumbu khas menjadi ciri khas rasa dari lumpia. Namun jika ada pesanan isian pun bisa ditambahi dengan cincangan ayam.

“Lumpia di sini harganya juga murah. Rp 1.800 saja per biji, sudah free daun bawang, cabai, dan sausnya,” katanya.

Karena harganya murah dan lezat, tak heran banyak orang yang membeli lumpia di sana. Tidak hanya dari Surabaya, tapi juga dari Sidoarjo, Gresik, Lamongan, hingga terjauh dari Yogyakarta dan Solo.(way/ted)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.