Melirik Sinergi dan Integrasi Konservasi Air di Danau Matano

0

Jakarta (beritajatim.com) – Hari Danau Sedunia (World Lake Day) yang ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada 27 Agustus menandai langkah penting dalam upaya global melindungi ekosistem danau, sumber utama 90 persen air tawar dunia. Salah satu contoh nyata sinergi pengelolaan danau berkelanjutan dapat dilihat pada Danau Matano di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Sebagai salah satu danau terdalam di Asia Tenggara dengan kedalaman mencapai 595 meter, Danau Matano menjadi perhatian khusus dalam upaya konservasi dan pengelolaan terpadu. Pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai salah satu dari 15 Danau Prioritas Nasional, sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2021 tentang Penyelamatan Danau Prioritas.

Konservasi di Danau Matano melibatkan kolaborasi aktif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, PT Vale Tbk selaku pihak swasta, serta masyarakat adat. Koordinasi ini memastikan pengelolaan sumber daya air berjalan harmonis dan berkelanjutan.

Dalam kunjungannya ke Danau Matano, Kepala Sekretariat Dewan Sumber Daya Air Nasional Yunitta Chandra Sari menegaskan bahwa sinergi antara berbagai pemangku kepentingan telah berhasil menjaga kualitas lingkungan dan air di danau tersebut.

Beberapa langkah konservasi yang dilakukan meliputi reklamasi pasca-penambangan. PT Vale Tbk melaksanakan reklamasi untuk mencegah erosi dan sedimentasi ke danau.

Kemudian, pembangunan infrastruktur penahan sedimen termasuk pembangunan check dam, kolam penahan, dan kolam pengolahan air limpasan tambang.

Selanjutnya, pemantauan limbah dan kualitas air. Pengawasan rutin memastikan tidak ada pencemaran di sekitar danau.

Serta pengelolaan sampah dan edukasi masyarakat. Kolaborasi dengan komunitas lokal dan masyarakat adat dalam gerakan peduli sungai dan danau.

Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, Danau Matano menjadi proyek percontohan atau pilot project untuk pengelolaan danau berkelanjutan di Indonesia. Integrasi antara regulator, investor, dan masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan model pengelolaan ini.

“Danau Matano telah dieksplorasi namun tetap terjaga. Ini menunjukkan pentingnya sinergi antara pemangku kepentingan untuk mencapai pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan,” ujar Yunitta.

Selain menjadi salah satu danau terdalam di Asia Tenggara, Danau Matano juga berperan strategis dalam memenuhi kebutuhan energi. Danau ini merupakan bagian dari Kaskade Danau Luwu Timur bersama Danau Mahalona dan Danau Towuti. Di hilir Danau Towuti, terdapat tiga bendungan kaskade untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yaitu Bendungan Batu Besi, Bendungan Balambano, Bendungan Karebbe.

Momentum Hari Danau Sedunia menegaskan pentingnya sinergi dan integrasi dalam upaya konservasi dan pengelolaan sumber daya air. Danau Matano menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dapat menciptakan ekosistem air tawar yang sehat, terjaga, dan berkelanjutan. Dengan upaya bersama, Danau Matano siap menjadi contoh bagi pengelolaan danau prioritas lainnya di Indonesia dan dunia. [beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.