Viral! Dokter Ini Bongkar Aib Oknum Dokter Spesialis di Bondowoso
Bondowoso (beritajatim.com) – YD, seorang dokter spesialis penyakit dalam sekaligus Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bondowoso, menjadi viral setelah berani mengungkapkan praktik tidak etis sejumlah oknum dokter spesialis di wilayahnya. Dalam video TikTok yang menghebohkan, YD mengkritik keras etos kerja para dokter spesialis yang dinilainya tidak sesuai dengan tanggung jawab sebagai abdi negara.
Pria yang telah mengabdi sebagai PNS selama 14 tahun itu mengaku siap menghadapi konsekuensi atas pengakuannya. Bahkan, ia telah mengajukan pengunduran diri sebagai ASN sejak satu bulan terakhir.
Dalam pengakuannya, YD menyebut bahwa sejumlah dokter spesialis di RSUD Bondowoso tidak bekerja sesuai jam kerja yang telah ditentukan. Pada tahun 2015, misalnya, banyak dokter spesialis hanya hadir dua kali seminggu, padahal jadwal resmi adalah lima hari kerja.
“Kita di Bondowoso 5 hari jam kerja. Itupun (dokter) spesialis hanya minta 2 kali pelayanan dalam seminggu. Jadi hanya 2 hari masuk dia, selebihnya di tempat lain. Ini kan keliru,” ungkapnya dalam video yang ramai dibahas di media sosial.
Ia juga menyoroti seorang dokter gigi spesialis yang telah diberangkatkan untuk studi oleh pemerintah daerah, namun setelah kembali ke Bondowoso, dokter tersebut enggan bekerja sesuai aturan.
“Tidak ada tindakan tegas dari pihak rumah sakit sampai akhirnya yang bersangkutan pindah ke luar kota,” tambahnya.
YD mengungkapkan bahwa modus serupa juga dilakukan oleh beberapa dokter spesialis lainnya. Salah satunya adalah dokter perempuan spesialis obgyn yang menolak bekerja setelah menyelesaikan studi meskipun tetap menerima gaji.
“Padahal nggak pernah bekerja dia. Dia nggak pernah absen, nggak pernah bekerja, tapi tetap mendapatkan gaji sampai saat ini. Kacau kan begitu,” tegasnya.
Selain itu, ada dokter perempuan lain yang setelah menyelesaikan pendidikan spesialis di luar kota, kembali ke RSUD Bondowoso namun hanya meminta jadwal kerja dua hari dalam seminggu. Anehnya, permintaan tersebut disetujui oleh pihak rumah sakit.
YD menyadari bahwa tindakannya membuka aib ini akan menuai pro dan kontra. Ia pun menyampaikan permintaan maaf kepada rekan-rekannya sesama tenaga medis.
“Saya mohon maaf sudah terlalu jujur ngomongnya. Saya sebenarnya berat sekali, karena saya membuka aib profesi spesialis dokter. Ksatria lah dulur. Kalau mau ngambil gaji dari PNS, bekerjalah selayaknya abdi negara,” pintanya.
Ia menegaskan bahwa kritiknya tidak ditujukan untuk merendahkan profesi dokter secara umum, melainkan hanya kepada oknum yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Ia berharap tindakannya dapat menjadi pelajaran agar praktik serupa tidak dicontoh oleh ASN baru.
“Supaya perilaku ini tidak dicontoh oleh calon ASN yang baru. Jadi nggak nular. Mudah-mudahan ada perubahan ke depan,” harapnya.
Aksi YD ini terus menuai perhatian di media sosial. Banyak warganet yang memberikan dukungan atas keberaniannya berbicara demi perbaikan etos kerja tenaga kesehatan di Bondowoso. [awi/beq]
Link informasi : Sumber