Cara Mendaki Agar Kaki Tidak Cepat Capek, Pemula Pahami Teknik Ini!

0

Surabaya (beritajatim.com) – Mendaki gunung menjadi aktivitas favorit banyak anak muda untuk menghabiskan akhir pekan. Selain menawarkan pemandangan alam yang menenangkan, kegiatan ini juga dianggap mampu melepas penat dari rutinitas harian. Namun, tidak sedikit pendaki pemula yang justru kewalahan di tengah perjalanan karena tenaga cepat habis saat trekking.

Padahal, rasa lelah saat mendaki tidak selalu disebabkan jalur yang berat. Cara berjalan yang kurang tepat juga menjadi salah satu faktor utama tubuh cepat kehilangan energi sebelum mencapai puncak. Banyak pendaki terlalu bersemangat di awal perjalanan, berjalan terlalu cepat, atau membawa beban berlebihan hingga akhirnya kehabisan stamina.

Karena itu, memahami teknik jalan saat mendaki menjadi hal penting, terutama bagi pendaki pemula. Dengan ritme yang tepat, perjalanan menuju puncak bisa terasa lebih ringan dan tubuh tetap kuat hingga turun gunung. Berikut beberapa cara jalan saat mendaki agar tidak cepat capek yang bisa diterapkan saat trekking.

1. Gunakan Langkah Pendek dan Stabil

Salah satu kesalahan paling umum saat mendaki adalah mengambil langkah terlalu lebar. Banyak orang mengira langkah panjang membuat perjalanan lebih cepat selesai, padahal justru lebih menguras tenaga. Langkah pendek jauh lebih efektif karena membantu menjaga keseimbangan tubuh dan membuat otot kaki tidak cepat tegang.

2. Atur Ritme Jalan, Jangan Terburu-buru

Mendaki bukan soal siapa yang paling cepat mencapai puncak. Justru, terlalu terburu-buru sering membuat napas cepat habis dan tubuh lebih mudah lelah.
Cara terbaik adalah berjalan santai tetapi konsisten. Prinsip “pelan asal jalan terus” jauh lebih efektif dibanding berjalan cepat lalu berhenti terlalu lama karena kelelahan.

3. Sinkronkan Langkah dengan Napas

Teknik mengatur napas sangat penting saat mendaki, terutama ketika melewati tanjakan curam. Salah satu cara sederhana yang bisa diterapkan adalah menyelaraskan langkah kaki dengan pola pernapasan.
Contohnya, dua langkah sambil menarik napas lalu dua langkah berikutnya sambil menghembuskan napas. Cara ini membantu tubuh lebih rileks dan mengurangi rasa ngos-ngosan di jalur menanjak.

4. Terapkan Teknik Rest Step

Pendaki gunung biasanya mengenal teknik “rest step” untuk menghemat tenaga di tanjakan. Teknik ini dilakukan dengan memberi jeda singkat pada setiap langkah tanpa benar-benar berhenti berjalan.
Meski terlihat sederhana, teknik ini cukup efektif mengurangi tekanan pada otot kaki dan membantu tubuh beristirahat sejenak di sela perjalanan.

5. Jangan Terlalu Sering Duduk Saat Istirahat

Saat lelah, banyak pendaki langsung mencari tempat duduk. Padahal, terlalu sering duduk justru membuat otot kaki cepat kaku dan tubuh malas kembali berjalan. Istirahat singkat sambil berdiri biasanya lebih efektif untuk menjaga tubuh tetap siap bergerak. Pendaki cukup mengatur napas, minum air secukupnya, lalu kembali melanjutkan perjalanan.

6. Bawa Beban Seperlunya

Carrier yang terlalu berat menjadi salah satu penyebab utama tubuh cepat lelah saat mendaki. Karena itu, bawalah perlengkapan yang benar-benar penting dan hindari barang yang tidak diperlukan.
Semakin ringan bawaan, semakin sedikit energi yang dikeluarkan tubuh selama trekking. Pengaturan barang di dalam carrier juga perlu diperhatikan agar beban terasa seimbang di punggung.

7. Minum Sedikit Tapi Rutin

Udara dingin di gunung sering membuat pendaki tidak sadar tubuh mulai kekurangan cairan. Padahal, dehidrasi bisa menyebabkan tubuh lemas dan kehilangan fokus. Disarankan minum sedikit demi sedikit tetapi rutin selama perjalanan. Jangan menunggu haus karena saat tubuh merasa haus, kondisi cairan biasanya sudah mulai berkurang.

8. Fokus ke Ritme, Bukan ke Puncak

Terlalu fokus melihat puncak justru sering membuat mental cepat lelah. Pendaki disarankan fokus pada langkah demi langkah dan menikmati perjalanan yang sedang dijalani. Melihat jalur beberapa meter di depan kaki biasanya lebih membantu menjaga konsentrasi dibanding terus memikirkan jarak menuju puncak.

9. Gunakan Trekking Pole Jika Ada

Trekking pole bisa membantu membagi beban tubuh ke bagian tangan sehingga tekanan pada kaki berkurang. Alat ini cukup membantu terutama saat melewati tanjakan panjang maupun turunan terjal. Selain mengurangi pegal di kaki, trekking pole juga membantu menjaga stabilitas tubuh di jalur licin.

10. Pilih Pijakan yang Efisien

Saat melewati jalur berbatu atau menanjak, pilih pijakan yang paling stabil dan tidak terlalu tinggi. Langkah yang terlalu besar hanya akan membuang energi lebih banyak.
Teknik pijakan yang efisien membantu menjaga keseimbangan sekaligus membuat perjalanan terasa lebih ringan. (fyi/but)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.