Banjir Sungai Menjangan Rendam 60 Hektare Sawah Siap Panen di Lumajang

0

Lumajang (beritajatim.com) – Banjir luapan Sungai Menjangan di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, berdampak langsung pada sektor agrikultur warga.

Total ada sebanyak 60 hektare lahan pertanian di Desa Kutorenon yang siap panen ikut terendam banjir. Selain itu, warga terdampak juga harus mengungsikan ternak-ternak ke tempat yang lebih aman.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang, dr Rofiah, mengatakan sudah ada 15 ekor ternak jenis sapi yang diungsikan warga agar tidak terdampak banjir. “Sudah ada 15 ekor sapi yang diungsikan dan saat ini sudah berada di tempat aman,” kata Rofiah, Jumat (15/5/2026).

Ketua Perkumpulan Petani Pangan Nasional (P3N) Jawa Timur, Ishak Subagio, menjelaskan dari 60 hektare sawah yang terendam, 20 hektare di antaranya merupakan lahan pertanian yang ditanami padi. Sedangkan 40 hektare sisanya ditanami tebu dan jagung. “Ini perkiraan luas dampak sekitar 60 hektare yang ikut terendam, 20 hektare itu tanaman padi,” katanya.

Lahan sawah yang terendam banjir sudah siap untuk proses panen. Sehingga, para petani terdampak terancam mengalami gagal panen.

Menurut Ishak, untuk tanaman jagung masih pada masa vegetatif atau berada di awal pertumbuhan. “Kalau yang jagung masih masa vegetatif, tapi kalau terendam banjir lagi risikonya akan mengalami busuk di batang,” ungkapnya.

Sebelumnya, ada sebanyak 300 rumah di Desa Kutorenon yang terendam banjir luapan sejak Jumat (15/5/2026) dini hari. Berdasarkan data Pusdalops Tagana Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos-P3A) Lumajang, rumah yang terdampak banjir bertambah menjadi 500 unit.

Awalnya, banjir mulai merendam permukiman warga pada pukul 01.30 WIB dengan ketinggian mencapai 80-150 sentimeter. Saat ini, petugas gabungan masih terus melakukan assessment dan penanganan pascabencana di lapangan. (has/kun)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.