18 Tahun JAPFA Tetap Konsistensi Membangun Gizi Bangsa dari Jatim
Ringkasan Berita
* PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) merayakan 18 tahun program JAPFA for Kids melalui Anugerah Karya JAPFA for Kids (AKJJ) 2026 di Jawa Timur.
* Didukung oleh tinjauan ilmiah dari ahli gizi Prof. Sandra Fikawati, program ini menekankan pentingnya asupan protein hewani bagi perkembangan anak usia sekolah.
* Sejak 2008, JAPFA telah mengedukasi ratusan ribu siswa mengenai pola hidup sehat guna menekan angka malnutrisi dan mendukung kualitas SDM Indonesia di masa depan.
————————————————-
Surabaya (beritajatim.com) – Menandai perjalanan panjang selama 18 tahun, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) kembali mempertegas komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak-anak di Indonesia melalui program JAPFA for Kids. Mengambil momentum di Jawa Timur, perusahaan melalui kegiatan Anugerah Karya JAPFA for Kids (AKJJ) 2026, menyoroti keberhasilan transformasi pola hidup sehat yang telah dirintis sejak tahun 2008.
Program JAPFA for Kids bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah inisiatif berkelanjutan yang menyasar daerah-daerah di sekitar unit operasional perusahaan. Fokus utamanya adalah memberikan edukasi gizi, penyediaan asupan protein hewani, serta pendampingan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) bagi siswa sekolah dasar di seluruh pelosok negeri.
Rachmat Indrajaya, Corporate Affairs Director JAPFA, menyatakan bahwa perjalanan 18 tahun ini merupakan bukti nyata dedikasi perusahaan dalam mendukung terciptanya generasi emas Indonesia.
“Keberlanjutan program ini selama 18 tahun adalah cermin komitmen kami untuk tidak sekadar hadir, namun memberikan dampak nyata bagi kesehatan anak-anak Indonesia,” ujar Rachmat.
Hadir sebagai pakar dalam rangkaian kegiatan ini, Ahli Gizi dan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, M.P.H., menekankan pentingnya intervensi gizi berbasis protein hewani pada usia sekolah. Menurutnya, masa sekolah dasar adalah periode kritis untuk memastikan pertumbuhan fisik dan kecerdasan otak berjalan optimal.
“Protein hewani mengandung asam amino esensial lengkap yang sangat dibutuhkan untuk mencegah stunting dan mendukung kognisi anak. Program seperti JAPFA for Kids sangat krusial karena tidak hanya memberikan makanan, tetapi juga membangun literasi gizi di lingkungan sekolah,” jelas Prof. Sandra Fikawati.
Ia juga menambahkan bahwa tantangan gizi di daerah seringkali dipicu oleh kurangnya pemahaman masyarakat mengenai sumber pangan lokal yang kaya protein. “Dengan melibatkan guru dan orang tua dalam edukasi ini, kita menciptakan ekosistem yang mandiri dalam menjaga kesehatan anak secara berkelanjutan,” tambahnya.
Salah satu pilar penting dalam perayaan tahun ini adalah Anugerah Karya JAPFA for Kids (AKJJ). Ajang ini menjadi wadah bagi siswa, guru, dan sekolah untuk menunjukkan kreativitas serta pemahaman mereka mengenai gizi melalui berbagai kompetisi, seperti lomba duta gizi, lomba dokter kecil, hingga kreasi bekal sehat.
Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kemandirian sekolah dalam mengelola program kesehatan. Dengan dukungan literasi dari para pakar, JAPFA memastikan bahwa pesan mengenai pentingnya konsumsi telur, susu, dan daging ayam tetap menjadi gaya hidup yang terinternalisasi dalam keseharian siswa.
“18 tahun hanyalah sebuah tonggak untuk terus melangkah mendukung kedaulatan pangan dan gizi di Indonesia guna menyongsong generasi emas 2045,” tutup Rachmat Indrajaya.[rea]
Link informasi : Sumber