Modal Pinjam Motor Teman, Pemuda Kebomas Gresik Nekat Gelapkan Scoopy dan Gadaikan Rp2,5 Juta

0

Gresik (beritajatim.com)- Gerak cepat ditunjukkan jajaran Polres Gresik dalam mengungkap kasus penggelapan sepeda motor yang terjadi di sebuah warung kopi kawasan Jalan Klangonan, Kecamatan Kebomas, Gresik. Kurang dari 24 jam setelah laporan diterima, pelaku berhasil diringkus bersama penadah barang hasil kejahatan.

Pelaku diketahui berinisial MDNA (25), warga Kelurahan Indro, Kecamatan Kebomas, Gresik. Ia diduga membawa kabur sepeda motor milik temannya sendiri saat keduanya tengah menonton pertandingan sepak bola bersama di TNT Coffee.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menjelaskan, korban dalam kasus ini adalah MF (20), warga Sindujoyo, Kelurahan Lumpur, Gresik. Saat pertandingan berlangsung, tersangka meminjam motor korban dengan alasan hendak menemui temannya.

“Namun setelah membawa motor tersebut, pelaku tidak kembali dan memutus komunikasi dengan korban,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Merasa ditipu, korban kemudian melapor ke Polres Gresik. Tim Resmob yang bergerak cepat akhirnya berhasil melacak keberadaan pelaku di wilayah Romokalisari, Kecamatan Benowo, Surabaya.

Dari hasil pengembangan kasus, polisi juga mengamankan seorang penadah berinisial MIA (27), warga Kelurahan Kroman, Kecamatan Gresik. Motor Honda Scoopy bernopol L 3671 CAM milik korban diketahui telah digadaikan pelaku kepada MIA senilai Rp2,5 juta.

“Penadah turut diamankan berikut barang bukti sepeda motor hasil penggelapan,” ungkap AKBP Ramadhan Nasution.

Selain motor korban, polisi juga menyita sejumlah dokumen kendaraan dan dua unit handphone yang digunakan tersangka saat menjalankan aksinya.

Atas perbuatannya, MDNA dijerat pasal terkait penggelapan dan penipuan, sedangkan MIA dikenai pasal penadahan barang hasil kejahatan. Keduanya terancam hukuman maksimal empat tahun penjara.

Sementara itu, korban MF mengaku lega setelah sepeda motornya berhasil ditemukan polisi hanya sehari setelah laporan dibuat.

“Terima kasih motor saya bisa kembali. Motor itu biasanya dipakai untuk bekerja,” ungkapnya.

Korban juga memberikan pesan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati, bahkan kepada orang yang sudah dikenal dekat.

“Jangan terlalu percaya sama teman sendiri, karena belum tentu punya niat baik,” pungkasnya. [dny/aje]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.