Produksi Gula Jombang Ditarget Meningkat, Program Bongkar Ratoon Capai 3.000 Hektar
Ringkasan Berita:
- Pemkab Jombang mendukung swasembada gula nasional melalui program bongkar ratoon dan perluasan areal tebu 2026.
- Luas program bongkar ratoon di Jombang meningkat drastis menjadi 3.000 hektare pada 2026.
- Produksi gula Jombang mencapai 61.749 ton dan menyumbang 3 persen kebutuhan gula Jawa Timur.
Jombang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jombang menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan swasembada gula nasional melalui partisipasi aktif dalam Tanam Perdana Program Bongkar Ratoon dan Perluasan Areal Tebu Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di lahan sawah tebu Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno, Sabtu (23/5/2026).
Program ini dilaksanakan serentak di 15 titik yang tersebar di 11 kabupaten di Jawa Timur dan terhubung secara virtual dengan pusat komando di Kediri yang dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Jombang Salmanudin yang mewakili Bupati Jombang Warsubi, Kepala Balai Besar Proteksi Pembenihan Kementerian Pertanian, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Jawa Timur, pimpinan PT Sinergi Gula Nusantara, Sekretaris Daerah Jombang Agus Purnomo, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Much. Rony, pimpinan Pabrik Gula Tjoekir, jajaran Forkopimcam Mojowarno, hingga kelompok tani setempat.
Pemkab Jombang memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terus konsisten mengembangkan sektor perkebunan tebu di wilayah tersebut. Program bongkar ratoon dinilai menjadi langkah penting dalam meremajakan tanaman tebu yang produktivitasnya mulai menurun.
“Program bongkar ratoon dan perluasan areal tebu ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas tebu sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ketahanan industri gula nasional,” ujar Salmanudin mewakili Bupati Jombang Warsubi.
Menurutnya, program peremajaan ini sangat penting agar lahan tebu di Kabupaten Jombang mampu menghasilkan produksi yang lebih optimal, baik dari sisi tonase maupun rendemen gula.
“Melalui penggunaan varietas unggul, penerapan teknologi budidaya yang tepat, serta pendampingan intensif kepada petani, kita semua harus optimis produktivitas tebu di Kabupaten Jombang akan terus meningkat,” tambahnya.
Selain fokus pada peningkatan produksi, Pemkab Jombang juga mendorong modernisasi pertanian untuk menarik minat generasi muda terjun ke sektor agribisnis tebu.
“Kami berharap generasi muda mulai tertarik dan terlibat dalam pengembangan sektor pertanian modern, sehingga lahir agropreneur-agropreneur muda di sektor tebu yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing,” harap Salmanudin.
Sementara itu, berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Jombang yang disampaikan Much. Rony, Jombang menjadi salah satu lumbung tebu potensial di Jawa Timur. Pada tahun 2024, luas lahan tebu di Jombang mencapai 10.787 hektare dengan total produksi sebesar 787.246 ton tebu dan produktivitas rata-rata 73 ton per hektare.
Dengan rata-rata rendemen 7,11 persen, Kabupaten Jombang berhasil memproduksi 61.749 ton gula hablur atau menyumbang sekitar 3 persen kebutuhan gula tingkat Provinsi Jawa Timur.
Besarnya potensi tersebut membuat alokasi program bongkar ratoon dan perluasan areal tebu di Jombang meningkat signifikan pada 2026. Jika pada 2025 hanya mendapat alokasi bongkar ratoon seluas 613,6 hektare dan perluasan areal 61 hektare, maka pada 2026 meningkat menjadi 3.000 hektare untuk bongkar ratoon dan 200 hektare perluasan areal tanam.
“Hingga saat ini, Kabupaten Jombang mencatatkan progres yang sangat positif. Capaian luasan lahan telah menyentuh angka 2.600 hektare dari target 3.000 hektare yang ditetapkan, termasuk di dalamnya lahan untuk perluasan baru dan bongkar ratoon,” ujarnya.
“Untuk mengejar sisa target, Pemkab Jombang bergerak cepat mematangkan proses Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) serta mendorong percepatan izin pemanfaatan lahan di sekitar kawasan hutan agar pengolahan lahan bisa diselesaikan lebih awal,” pungkas Kadisperta Jombang ini. [suf]
Link informasi : Sumber