OKK PWI Sumenep Digelar Daring, Jadi Terobosan Pertama di Jawa Timur dan Nasional

0

Ringkasan Berita:

  • Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Sumenep menggelar OKK secara daring melalui Zoom, menjadi yang pertama di Jawa Timur bahkan nasional.
  • PWI Jawa Timur menilai pelaksanaan OKK online ini sebagai inovasi efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas pembekalan wartawan.
  • OKK menghadirkan pemateri dari PWI Pusat dan PWI Jawa Timur dengan materi lengkap seputar etika, UU Pers, hingga kompetensi wartawan.

Sumenep (beritajatim.com) – Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Sumenep menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) pada Kamis (18/6/2026) dengan format berbeda dari biasanya.

Untuk pertama kalinya, kegiatan pembekalan calon anggota ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom, dengan pemateri berasal dari Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Jawa Timur dan Persatuan Wartawan Indonesia Pusat.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Jawa Timur, Luthfil Hakim, mengatakan bahwa pelaksanaan OKK secara daring ini merupakan yang pertama dilakukan, baik di tingkat Jawa Timur maupun nasional. Selama ini, OKK selalu digelar secara tatap muka atau luring.

“OKK melalui zoom baru pertama kali ini dilakukan. Di Jawa Timur, bahkan di tingkat nasional. Ya baru sekarang ini OKK lewat zoom, yang digagas PWI Sumenep. Memang kreatif teman-teman PWI Sumenep ini dalam menyiasati efisiensi anggaran,” katanya sambil tertawa.

Meski dilakukan secara daring, Luthfil menegaskan agar peserta tetap mengikuti kegiatan dengan serius. Ia menekankan bahwa materi yang disampaikan memiliki peran penting dalam membekali calon wartawan agar memahami tugas dan tanggung jawab profesi.

“Pemateri OKK kali ini bukan hanya dari PWI Jawa Timur, tapi dari PWI Pusat juga. Jadi meski lewat zoom, jangan sampai menurunkan kualitas,” tandasnya.

Ia juga menegaskan bahwa OKK merupakan bagian penting dari proses kaderisasi organisasi. Melalui kegiatan ini, calon anggota dibekali pemahaman menyeluruh tentang nilai dasar jurnalistik serta tanggung jawab sebagai anggota organisasi profesi wartawan.

Menurutnya, organisasi yang kuat harus ditopang oleh anggota yang kompeten dan berintegritas. Oleh karena itu, proses rekrutmen dan pembinaan anggota harus dilakukan secara terukur untuk menjaga kualitas organisasi.

“PWI membutuhkan wartawan yang profesional, kompeten, dan memiliki integritas. Karena itu setiap calon anggota harus mengikuti proses yang telah ditetapkan organisasi,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Sumenep, Faisal Warid, menyampaikan apresiasi kepada PWI Jawa Timur atas dukungan dan fasilitasi sehingga OKK dapat terlaksana secara daring.

“Kami bangga bisa melaksanakan OKK. Ini OKK angkatan pertama yang diselenggarakan PWI Sumenep. Terima kasih PWI Jatim yang memfasilitasi pelaksanaan OKK melalui zoom, mengingat ini pertama kalinya di Jawa Timur sebagai bentuk efisiensi anggaran,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa OKK bukan sekadar proses administratif untuk menjadi anggota organisasi, melainkan juga sarana penguatan kompetensi calon wartawan.

“OKK bukan hanya formalitas untuk mendapatkan kartu anggota. Melalui kegiatan ini, calon anggota dibekali dan diukur, sejauh mana pemahamannya terhadap profesi wartawan dan organisasi PWI,” ujarnya.

Kegiatan OKK ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Wakil Ketua Bidang Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia Pusat Djoko Tetuko Abdul Latif serta Wakil Ketua Bidang Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Jawa Timur Wahyu Kuncoro.

Dalam pemaparannya, para narasumber membahas secara komprehensif berbagai aspek penting dunia jurnalistik, mulai dari Undang-Undang Pers, kemerdekaan pers, perlindungan pers, Kode Etik Jurnalistik, AD/ART PWI, PPRA, PPMS, delik pers, asas praduga tak bersalah, hingga jenjang kompetensi wartawan. [tem/suf]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.