JLS Bukir Tak Lagi Digunakan, Ini Rute Pengalihan Truk di Pasuruan

0

Pasuruan (beritajatim.com) – Jalur Lingkar Selatan (JLS) yang berada di wilayah Kota Pasuruan tak lagi digunakan untuk memecah kepadatan lalu lintas akibat perbaikan Jembatan Bokwedi. Langkah ini diambil karena jalur yang melintasi Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan tersebut dinilai rawan dan telah menelan banyak korban jiwa.

Sebagai gantinya, Dinas Perhubungan bersama jajaran kepolisian menetapkan skema baru pembatasan kendaraan berat guna mengantisipasi kemacetan parah di sepanjang jalur Pantura. Langkah taktis ini menyusul dimulainya proyek renovasi Jembatan Bokwedi, infrastruktur penghubung utama yang posisinya sangat vital bagi arus logistik antarkota.

Rekayasa arus lalu lintas ini difokuskan untuk mengurai kepadatan volume kendaraan besar yang kerap memicu penumpukan di titik-titik penyempitan jalan nasional. Para sopir angkutan barang pun diimbau untuk memperhatikan rambu petunjuk baru yang telah dipasang di beberapa simpang krusial sejak pagi hari.

“Izin menyampaikan kegiatan pengalihan kendaraan besar di simpang 3 PIER, dan pengalihan di simpang 3 Grati juga telah dilakukan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Pasuruan, Andriyanto, melalui keterangan resminya pada Jumat (26/06/2026).

Andriyanto menegaskan bahwa kebijakan penutupan jalan bagi kendaraan roda 6 ke atas atau truk ini resmi diberlakukan mulai 26 Juni 2026 sampai dengan 3 Juli 2026 akibat adanya perbaikan Jembatan Bokwedi di Blandongan, Kota Pasuruan.

Bagi armada angkutan barang dari arah barat (Surabaya/Bangil) yang hendak menuju Banyuwangi, pergerakan mereka akan langsung dialihkan di kawasan industri. Skema pemisahan jalur ini sengaja dimajukan hingga area perbatasan agar kendaraan besar tidak terjebak di tengah kota.

Dari Arah Barat (Surabaya), Truk diarahkan berbelok di Simpang 3 PIER menuju Jalan Raya Rembang, lalu masuk ke Jalan Rembang Industri tepat di depan PT Veolia Services Indonesia. Pengendara kemudian diminta melaju lurus melintasi Jalan Rembang Industri VI nomor 2 hingga masuk ke Gerbang Tol Rembang (estimasi jarak sekitar 4,7 kilometer atau waktu tempuh 8 menit).

Dari Arah Timur (Probolinggo), Kendaraan besar akan langsung dimasukkan ke jalur bebas hambatan melalui Simpang 3 Grati.

“Jadi untuk yang dari arah Surabaya dimajukan sampai simpang 3 PIER, sementara yang dari arah Probolinggo dimasukkan di simpang 3 Grati,” tambah Andriyanto memaparkan detail teknis penyekatan di kedua sisi wilayah. Langkah ini diambil secara serentak agar truk-truk berukuran besar langsung bergeser menggunakan jalur tol dan tidak membebani jalan arteri dalam kota.

Selama proses pengerjaan konstruksi berlangsung, area sekitar rute pengalihan—seperti di dekat RSUD Bangil, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, hingga PT Haida Agriculture Indonesia—akan dijaga ketat oleh personel gabungan. Sementara itu, kendaraan kecil atau roda 4 ke bawah dipastikan tetap bisa melintas di jalur biasa dengan mengikuti arahan manual petugas di lapangan. (Ada)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.