Warga Sampang Galang Dana Pembanggunan Jalan Desa

0

Sampang (beritajatim.com) – Warga Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, wacanakan pembangunan jalan poros penghubung Desa Daleman dengan Desa Pesarenan secara swadaya.

Jalan sepanjang sekitar 800 meter dengan lebar sekitar 3 meter itu diperkirakan membutuhkan anggaran kurang lebih sekitar Rp 400 juta.

Kordinator Pelaksana pembangunan, Talim mengatakan, rencana tersebut muncul karena kondisi jalan yang selama ini menjadi akses utama masyarakat sudah rusak dan dinilai memperlambat akses pengguna jalan.

Menurutnya, masyarakat memilih bergotong royong mengumpulkan dana secara mandiri.

“Kami mengandalkan dana swadaya masyarakat. Setiap rumah direncanakan berpartisipasi sebesar Rp2 juta itupun mengorbankan Bulan Maulid yang biasanya warga setempat ikut merayakan. Selain itu, kami juga akan berupaya menggalang donasi dari pihak luar,” ujarnya, Minggu (5/7/2026).

Ia menjelaskan, estimasi kebutuhan anggaran kurang lebih mencapai sekitar Rp400 juta, menyesuaikan panjang jalan sekitar 800 meter dengan lebar kurang lebih 3 meter yang akan dibangun.

“Saat ini kami masih fokus mengumpulkan dana. Jika anggaran yang dibutuhkan sudah mencukupi, Insya Allah pembangunan akan mulai dilaksanakan bulan ini secara bertahap,” katanya.

Foto BeritaJatim.com
Pengumuman penggalangan dana.

Talim berharap Pemerintah Kabupaten Sampang turut memberikan perhatian terhadap kondisi infrastruktur jalan di wilayah pedesaan, khususnya jalan poros yang menjadi akses utama aktivitas masyarakat.

“Kami berharap pemerintah lebih memperhatikan jalan-jalan yang memang menjadi kewenangannya untuk diperbaiki. Jangan sampai muncul kesan pemerintah daerah menutup mata terhadap kondisi jalan rusak, apalagi jalan poros yang sangat dibutuhkan masyarakat,” tuturnya.

Sebagai informasi, jalan poros yang akan dibangun merupakan akses penghubung antara Desa Daleman dan Desa Pesarenan yang selama ini menjadi jalur penting bagi mobilitas warga.

Untuk mendukung pelaksanaan pembangunan secara swadaya, masyarakat telah membentuk kepanitiaan yang terdiri dari ketua pelaksana, bendahara, serta sejumlah anggota yang bertugas mengoordinasikan penggalangan dana dan pelaksanaan pembangunan. [sar/but]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.