Gertek 2026 Kediri Targetkan 14 Ribu Petani, Percepat Pertanian Modern dan Regenerasi Petani

0

Ringkasan Berita

Gertek 2026 menargetkan kehadiran 14 ribu petani selama tujuh hari.

Pertanian modern diperkenalkan melalui AI, IoT, drone, dan smart farming.

Pemkab Kediri memperkuat bantuan alsintan dan infrastruktur pertanian.

Regenerasi petani menjadi fokus utama menuju swasembada pangan berkelanjutan.

Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) kembali menggelar Gelar Inovasi dan Teknologi Pertanian (Gertek) 2026 di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, pada 6-12 Juli 2026. Mengusung tema “Pertanian Modern untuk Swasembada Pangan Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi ajang transfer teknologi sekaligus memperkuat kolaborasi antara petani, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan pelaku industri pertanian.

Gertek 2026 disiapkan sebagai salah satu strategi Pemerintah Kabupaten Kediri untuk meningkatkan produktivitas pertanian, mempercepat regenerasi petani, serta mendukung target swasembada pangan nasional.

Targetkan 14 Ribu Petani dan 150 Kelas Temu Tani

Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Mohamad Solikin, yang mewakili Bupati Kediri, menyampaikan penyelenggaraan Gertek tahun ini menjadi yang terbesar sejak pertama kali dilaksanakan.

Selama tujuh hari, kegiatan ditargetkan diikuti sekitar 14.000 petani. Dari jumlah tersebut, 6.000 petani akan mengikuti Temu Tani yang dibagi ke dalam 150 kelas pembelajaran.

Menurut Solikin, Gertek menjadi ruang bertemunya petani dengan industri, pemerintah, penyedia teknologi, hingga pelaku usaha agar inovasi terbaru dapat langsung diterapkan di lapangan.

“Gertek ini dimaksudkan sebagai forum media yang mempertemukan antara petani maupun industri dan para pelaku di sektor pertanian sehingga bisa mengikuti perkembangan teknologi terbaru yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas, kesejahteraan petani, dan nilai tukar petani,” ujarnya.

Regenerasi Petani Jadi Tantangan

Pemerintah Kabupaten Kediri juga menyoroti masih rendahnya jumlah petani muda. Berdasarkan Sensus Pertanian 2023, petani berusia di bawah 35 tahun di Kabupaten Kediri masih kurang dari 10 persen.

Karena itu, Gertek 2026 dirancang untuk mengubah cara pandang generasi muda terhadap dunia pertanian yang kini telah berkembang menjadi sektor modern berbasis teknologi.

Berbagai inovasi seperti smart farming, drone pertanian, Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), hingga pemasaran digital diperkenalkan agar pertanian semakin menarik bagi kalangan muda.

Pameran Teknologi Pertanian Terbesar

Sebanyak 77 peserta ambil bagian dalam Gertek 2026. Mereka berasal dari perusahaan benih, pupuk, pestisida, produsen alat dan mesin pertanian (alsintan), lembaga perbankan, instansi pemerintah, hingga pelaku UMKM.

Selain pameran produk dan teknologi, pengunjung juga dapat menyaksikan demonstrasi penggunaan alsintan modern serta berbagai inovasi yang mendukung efisiensi usaha tani.

Pemkab Tambah Bantuan Alsintan dan Infrastruktur

Sebagai bentuk dukungan terhadap petani, Pemerintah Kabupaten Kediri terus meningkatkan bantuan sarana produksi dan pembangunan infrastruktur pertanian.

Pada tahun 2026 pemerintah akan menyalurkan 22 unit rice transplanter dan 15 unit traktor roda dua kepada kelompok tani.

Selain itu, pembangunan infrastruktur juga terus diperluas melalui 277 titik irigasi tanah dangkal, 30 jaringan irigasi tersier, 22 jalan usaha tani, dan 10 unit box bagi irigasi.

“Tahun 2026 ini juga akan kami salurkan bantuan alsintan masing-masing 22 unit rice transplanter dan 15 unit traktor roda dua. Tahun ini juga akan dibangun 277 titik irigasi tanah dangkal, 30 jaringan irigasi tersier, 22 jalan usaha tani, dan 10 unit box bagi irigasi,” jelas Solikin.

Kementerian Pertanian: Kediri Punya Potensi Besar

Direktur Perbenihan Tanaman Hortikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Tommy Nugraha, menilai Kabupaten Kediri memiliki potensi besar menjadi sentra berbagai komoditas pertanian unggulan.

Menurutnya, keberhasilan pengembangan pertanian harus disesuaikan dengan karakteristik lahan sehingga setiap komoditas dapat tumbuh optimal.

“Ya, sebenarnya di sini ada padi, bawang merah, cabai, dan berbagai komoditas hortikultura lainnya. Tinggal memastikan lahannya sesuai dengan kebutuhan tanaman. Jangan hanya mengikuti tren jika kondisi lahannya tidak mendukung,” ujarnya.

Sekaligus Promosikan Kawasan Tarokan

Pelaksana Tugas Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri, Sukadi, menambahkan pemilihan Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, juga memiliki tujuan strategis.

Selain menjadi pusat kegiatan pertanian, kawasan tersebut telah ditetapkan dalam tata ruang sebagai kawasan industri yang didukung pembangunan Bandara Dhoho Kediri serta akses jalan tol.

Melalui Gertek 2026, pemerintah sekaligus memperkenalkan potensi investasi kawasan Tarokan kepada pelaku usaha yang hadir.

“Kami ingin menyampaikan kepada para pengusaha dan investor bahwa Tarokan telah ditetapkan sebagai kawasan industri. Didukung keberadaan bandara dan jalan tol, kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari promosi kawasan industri Kabupaten Kediri,” kata Sukadi.

Di akhir kegiatan, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap Gertek 2026 menjadi momentum memperkuat sinergi antara petani, pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

Dengan pemanfaatan teknologi modern serta meningkatnya minat generasi muda di sektor pertanian, Kabupaten Kediri optimistis mampu meningkatkan produktivitas, memperbaiki nilai tukar petani, dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan. [ADV PKP/nm]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.